Warga Geram, Bina Marga Jabar Lamban Tangani Drainase Jalan M. Toha

Sergap.co.id

Kab Bandung, – Kondisi drainase di sepanjang Jalan Raya Mohamad Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali menuai sorotan. Genangan air yang hampir selalu muncul saat hujan deras dinilai mengganggu masyarakat dan memicu kemacetan panjang di jalur vital penghubung Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut.

Bacaan Lainnya

Warga mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum terlihat adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kalau hujan deras, jalan langsung tergenang. Kendaraan banyak yang mogok dan kemacetan panjang tidak bisa dihindari. Kami berharap pemerintah segera bertindak supaya kondisi ini tidak terus berulang,” ujar Saefudin (51), salah seorang pengguna jalan, Jumat (29/5/2026).

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna mendorong percepatan penanganan banjir di kawasan Jalan Raya M. Toha.

“Kami sudah beberapa kali melayangkan surat ke pihak Bina Marga Provinsi Jabar, tapi sampai saat ini tidak ada respon dan tindakan sama sekali,” tegas Ketua Pentahelix Percepatan Penangan Banjir, Tri Rahmanto saat di temui di Kantor Sekretariat

Tri mengaku dalam beberapa waktu terakhir banyak menerima keluhan langsung dari masyarakat terkait lambannya penanganan drainase di kawasan Jalan Raya M. Toha. Bahkan, kata dia, sejumlah warga meminta agar persoalan tersebut segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM).

“Banyak warga yang mengadu kepada saya agar persoalan ini segera dilaporkan ke Kang Dedi Mulyadi atau KDM Bapa Aing supaya ada perhatian dan percepatan penanganan.

Bahkan ada juga warga yang menyampaikan keinginan untuk melakukan aksi penyampaian aspirasi ke kantor Bina Marga apabila kondisi ini terus dibiarkan,” ungkap Tri.

Meski demikian, Tri berharap seluruh pihak tetap mengedepankan komunikasi dan langkah kolaboratif agar penanganan dapat dilakukan secara baik dan cepat tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 2 Tahun 2022 yang menegaskan bahwa fungsi jalan harus didukung sistem drainase yang baik demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Selain itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan disebutkan bahwa drainase jalan wajib dipelihara agar tetap berfungsi optimal dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Sementara itu, Peraturan Menteri PUPR Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan juga menegaskan bahwa sistem drainase harus mampu mengalirkan limpasan air secara efektif serta terbebas dari hambatan yang berpotensi menyebabkan genangan dan banjir.

Menurut Tri, persoalan utama berada pada kondisi drainase tepi jalan yang sebagian mengalami kerusakan, pendangkalan, hingga penyempitan aliran air.

“Kami melihat banyak saluran drainase yang sudah tidak optimal. Selain sedimentasi, terdapat juga beberapa akses bangunan dan jembatan penghubung milik pabrik maupun ruko dinilai tidak sesuai,” ungkap Tri.

Bahkan di sejumlah titik ditemukan penumpukan sampah di bawah coran akses bangunan yang menyebabkan aliran air tersendat.

“Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap kelancaran aliran air saat hujan deras turun dan akhirnya meluap ke badan jalan,” katanya.

Tri pun mendesak Bidang Preservasi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat agar segera turun tangan melakukan pembenahan drainase di sepanjang Jalan Raya M. Toha.

“Kami berharap Bina Marga atau Bidang Preservasi Jabar dapat segera melakukan langkah karena kondisi drainase saat ini sudah sangat membutuhkan penanganan serius. Jalan M. Toha merupakan jalur dengan mobilitas kendaraan yang sangat tinggi dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan drainase perlu dilakukan secara menyeluruh agar persoalan banjir dan kemacetan tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Harapannya ada percepatan penanganan dan evaluasi menyeluruh terhadap saluran drainase maupun bangunan yang berpotensi menghambat aliran air,” tambahnya.

Melalui kolaborasi berbagai unsur, pihaknya berharap penanganan banjir di Jalan Raya M. Toha dapat segera dilakukan secara maksimal sehingga masyarakat tidak lagi dihantui genangan air dan kemacetan setiap kali hujan deras turun

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bina Marga atau Bidang Preservasi DBMPR Provinsi Jabar belum memberikan keterangan resmi terkait usulan pembenahan drainase di sepanjang Jalan Raya M. Toha tersebut. ( Asp).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *