Soal Isu BDS, Yusup Suprihadin: Jangan Terprovokasi, Biarkan Proses Hukum Menentukan

Sergap.co.id

KAB BANDUNG – Tokoh masyarakat Kabupten Bandung, Yusup Suprihadin, menyampaikan keprihatinannya terhadap munculnya pemberitaan dan perbincangan di ruang publik yang mengaitkan nama Bupati Bandung Dadang Supriatna dengan persoalan yang berkaitan dengan Bandung Daya Sentosa (BDS).

Bacaan Lainnya

Menurut Yusup, persoalan yang dikaitkan dengan BDS masih menjadi bagian dari proses hukum. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun saling terprovokasi sebelum adanya kepastian hukum dari lembaga yang berwenang.

“Saya merasa prihatin karena nama Pak Dadang Supriatna terus ditarik-tarik dengan isu yang berkaitan dengan kasus BDS. Padahal, persoalan ini masih dalam proses hukum,” kata Yusup di Soreang pada Minggu (26/7/2027).

Ia menegaskan, dirinya tidak bermaksud membela atau membentengi siapapun dari proses hukum. Menurutnya, setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan apabila terdapat dugaan pelanggaran, maka proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya bukan berarti membentengi Dadang Supriatna. Tidak. Biarkanlah proses hukum berjalan. Kalau memang ada kesalahan, tentu ada mekanisme hukum yang akan menentukan. Siapapun di mata hukum harus mengikuti proses yang berlaku,” ujarnya.

Yusup juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menilai, masyarakat sebaiknya memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses sesuai kewenangannya.

“Kalau sesuatu belum jelas, jangan langsung teriak-teriak di media sosial. Ada ranah hukum yang harus dihormati. Biarkan proses hukum yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah,” tegasnya.

Di tengah isu yang berkembang, Yusup menilai Dadang Supriatna tetap menjalankan aktivitasnya dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung.

“Saya melihat Pak Dadang sepertinya tetap bekerja seperti biasa dan lebih menekankan pada kerja nyata untuk masyarakat Kabupaten Bandung. Beliau memilih tetap menjalankan aktivitasnya dan menyerahkan persoalan tersebut kepada proses hukum,” ungkapnya.

Yusup berharap persoalan yang tengah berkembang dapat menjadi bahan introspeksi bersama bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan terkait persoalan tersebut tidak sampai memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Jadikan masalah ini sebagai introspeksi untuk diri kita sendiri. Jangan mudah terprovokasi, apalagi sampai terjadi adu domba antar-masyarakat Kabupaten Bandung,” katanya.

Ia pun berharap roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bandung tetap berjalan

“Biarkan beliau bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung. Sampai saat ini yang saya lihat dari pemberitaan di media, beliau tetap bekerja dan berbuat untuk masyarakat. Mudah-mudahan Kabupaten Bandung ke depan semakin baik,” pungkas Yusup Suprihadin, tokoh masyarakat yang berdomisili di Baleendah. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *