Pentahelix-Koramil Tuntaskan Pengerukan Sungai Cigede, Warga: Ini yang Sudah Lama Kami Nantikan

Sergap.co.id

DAYEUHKOLOT – Setelah menyelesaikan pengerukan sedimen di Sungai Cikapundung, Tim Pentahelix Dayeuhkolot kembali selesaikan upaya pengendalian banjir melalui pengerukan sedimen di Sungai Cigede. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada ruas sungai mulai dari Jembatan Pasigaran hingga Jembatan Sukabirus dengan panjang penanganan sekitar 800 meter. Senin (13/6/2026).

Bacaan Lainnya

Pantauan awak media pada Senin (13/6/2026), Pengerukan dilaksanakan melalui kolaborasi Tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama Koramil Dayeuhkolot serta berbagai unsur lainnya sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengurangi risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Cigede, mulai dari kawasan Jembatan Pasigaran hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Salah seorang warga, Ayi (58), mengaku bersyukur dan mengapresiasi pelaksanaan pengerukan yang dilakukan Tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama Koramil Dayeuhkolot.

“Alhamdulillah, kami sangat senang akhirnya Sungai Cigede dikeruk. Sudah bertahun-tahun kami menunggu kegiatan seperti ini. Selama ini kalau hujan deras kami selalu khawatir air cepat meluap karena sungainya dangkal. Mudah-mudahan setelah dikeruk aliran air menjadi lebih lancar dan risiko banjir bisa berkurang. Terima kasih kepada Tim Pentahelix Dayeuhkolot dan Koramil Dayeuhkolot yang telah peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Warga lainnya, Rudi (46), mengatakan pengerukan ini tidak hanya memperlancar aliran sungai, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini kerap terdampak banjir.

“Kami sangat mengapresiasi kerja nyata Tim Pentahelix Dayeuhkolot dan Koramil Dayeuhkolot. Selama ini masyarakat sering bertanya kapan sungai ini akan dibersihkan. Sekarang akhirnya terlaksana. Kami berharap pengerukan tidak berhenti di sini, tetapi bisa menjadi kegiatan rutin agar sungai tetap terawat dan banjir bisa diminimalisir,” katanya.

Rudi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hasil pengerukan dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai.

“Kalau sungainya sudah dibersihkan tetapi masih ada yang membuang sampah sembarangan, tentu hasilnya tidak akan bertahan lama. Menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan pengerukan Sungai Cigede merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mengurangi risiko banjir melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pengerukan Sungai Cigede ini merupakan lanjutan dari upaya normalisasi sungai yang sebelumnya telah dilakukan di Sungai Cikapundung. Namun keberhasilan ini harus dibarengi dengan kepedulian seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.”

Tri Rahmanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

“Apa yang kami lakukan bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, tetapi demi kepentingan masyarakat Dayeuhkolot. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke aliran sungai agar hasil normalisasi ini dapat dirasakan dalam jangka panjang,” sambungnya

Pengerukan Sungai Cigede menjadi salah satu rangkaian upaya berkelanjutan Tim Pentahelix Dayeuhkolot dalam mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran pengendali banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

Melalui kolaborasi pemerintah, TNI, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan partisipasi masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Dayeuhkolot dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

(Asp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *