KAB. PESAWARAN, || Berkurangnya jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Pesawaran menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai NasDem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr. Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.
Lisda menilai penurunan jumlah penerima PIP tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menegaskan akan mengawal aspirasi masyarakat dan berupaya memperjuangkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat agar lebih banyak siswa yang berhak dapat kembali memperoleh bantuan pendidikan.
Menurut Lisda, Program Indonesia Pintar memiliki peran strategis dalam menekan angka putus sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga. Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada berkurangnya penerima manfaat harus menjadi perhatian bersama.
“Kita ingin memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan. Aspirasi masyarakat ini akan saya bawa dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Lisda.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat validasi data calon penerima agar usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Ketepatan data dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penyaluran PIP kepada siswa yang berhak.
Lisda menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, akses terhadap bantuan pendidikan harus terus diperluas agar tidak ada anak yang terpaksa menghentikan sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.
Ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi atas berkurangnya kuota penerima PIP di Pesawaran. Harapannya, semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang dapat kembali memperoleh bantuan sehingga mampu melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang.
(WH).






