KAB. SUMBA TENGAH, NTT, || Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan terus diperkuat melalui patroli gabungan yang melibatkan personel TNI dan Polisi Kehutanan (Polhut). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (26/7/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap pembalakan liar, perambahan hutan, dan potensi kerusakan lingkungan.
Patroli dipimpin anggota Makodim, Sertu Sapta Widi, bersama dua personel TNI lainnya serta petugas Polhut. Mereka menyusuri sejumlah titik di kawasan hutan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan konservasi.
Sertu Sapta Widi mengatakan, patroli gabungan merupakan bentuk sinergi antara aparat keamanan dan petugas kehutanan dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari. Menurutnya, perlindungan hutan tidak hanya bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, tetapi juga menjaga habitat satwa liar dan keseimbangan ekosistem.
“Perlindungan dan pengamanan hutan dilakukan untuk menjaga fungsi lindung, fungsi konservasi, serta keberlanjutan ekosistem agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain melakukan pemantauan, patroli juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan hutan. Kolaborasi antara TNI, Polhut, serta aparat terkait diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan kawasan konservasi.
Di sisi lain, patroli ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan. Hingga patroli berakhir, petugas tidak melaporkan adanya gangguan menonjol di kawasan yang dipantau.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, TNI dan Polhut berharap pengamanan kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru semakin optimal sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat maupun generasi mendatang.
(Ms)






