TUTUP SARI MUKTI! Aktivis Jabar Ancam Blokir Jalur Cipatat Usai 27 Daerah Rapor Merah Sampah
*BANDUNG,* — Kaukus Ketokohan Jawa Barat resmi ultimatum pemerintah. *TPA Sarimukti harus ditutup total*. Jika tidak, aktivis ancam blokir total jalur truk sampah di Jalan Cipatat.
Tuntutan itu mengemuka dalam Sarasehan Lingkungan & Kehutanan “Darurat Ekologi Jabar: Alih Fungsi Hutan, Krisis Sampah, dan Tata Kelola Publik”.
Acara digelar Jumat, 5 Juni 2026 di Grand Asrilia Hotel, Bandung. Bertepatan refleksi Hari Lahir Pancasila 1 Juni & Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026.
Rapor Merah Jadi Pemicu
Koordinator Aktivis Lingkungan Jabar Dadang Utun Hermawan menyulut forum. Ia sorot “Rapor Merah 2024 KLHK” untuk 27 kota/kabupaten di Jabar.
“Maranehna tebaraleg. Tidak becus. Itu bukti autentik dari kementerian,” tegas Dadang dengan metafora Sunda “Mang ku urang”. Beban kehancuran lingkungan akhirnya dipikul rakyat.
Sejak 2024 Dadang minta Sarimukti ditutup. Respons pemerintah dinilai mandul. Hanya jargon “pengaturan dan penertiban”. Faktanya, tumpukan sampah makin menggila.
Saksi Sejarah Leuwigajah Angkat Bicara
H. Dada Rosada, Mantan Walikota Bandung 2003-2013, jadi saksi hidup. Ia beberkan kondisi darurat pasca-longsor TPA Leuwigajah 23 Februari 2005.
“Waktu itu 30 kecamatan, hanya 8 yang siap lahan darurat 2 bulan. Kita ditolong warga kasih lahan Cikubang 2 Ha,” ungkap H. Dada.
2005-2013 ia dorong investor bangun PLTSa di lahan 13 Ha. Janji 8 Ha penghijauan. Rencana terhenti setelah ganti kepemimpinan 2013.
Warning keras keluar dari H. Dada: “2026 rawan ‘Leuwigajah Jilid 2’ jika tak ada solusi. PLTSa listrik/organik silakan, asal jadi. Jangan ulangi tragedi.”
Ultimatum Cipatat
Melihat janji tak konsisten, Dadang Utun ajak aksi nyata.
“Kalau perlu kita sama-sama cegat di Jalan Cipatat! Mobil Pak Eka Santosa, mobil Om Komeng, siapa saja setuju, kita palang! Biar mereka melek: Tutup Sarimukti, Aktivasi Legok Nangka!” serunya.
3 Solusi Sistem Disepakati Forum
Forum yang digagas Kaukus Ketokohan Jabar bersama Perhutani & Yayasan Madaniyah merumuskan:
1. Pisah Regulator-Operator
Pemerintah bikin aturan + pengawasan. Swasta profesional kelola. Biaya Rp350/kg cukup. Model 4 negara maju.
2. Sistem dari Sumber
Wajib pilah dari rumah/RT. Bangun Waste Management Station tiap kecamatan. Organik jadi kompos, anorganik dijual industri.
3. Hukum + Edukasi Budaya
Warga bisa gugat class action. Pejabat lalai bisa dipidana. Tapi kesadaran budaya tetap utama.
Data Kritis
H. Eka Santosa, Koordinator Kaukus & Ketua Panitia, sorot Bandung Raya 50.000 Ha tapi hutan tinggal 6-7%. Ideal 40-50%. “Atap rumah bolong 80%. Defisit air tanah mengancam.”
Dr. Iman Sanjoyo, Pakar Kehutanan, warning risiko longsor. Prof. Nanan Solihin, S.H., M.H., jelaskan warga bisa gugat negara. Betha Kurniawan, CEO Hejotekno, tekan sistem dulu baru teknologi.
Forum tutup Manifes Lingkungan Jabar: Tutup Sarimukti, stop sampah baru, bereskan pakai teknologi, kembalikan ke hutan. Legok Nangka segera diaktivasi.
Turut Hadir 60 Tokoh Lintas Sektor
Sarasehan dihadiri 56 undangan resmi Lampiran 2 Kaukus Ketokohan Jabar + tuan rumah. Hadir di antaranya: Dr. Imelda – Direktur Pengelolaan Sampah KLHK RI; Dadang M. Naser – Anggota Komisi IV DPR RI; H. Buky Wibawa Karya Guna, http://M.Si. – Ketua DPRD Prov Jabar; H. Yomanius Untung, http://S.Pd, M.M. – Ketua Komisi V DPRD Prov Jabar; Ai Saadiyah Dwidaringsih, S.T., M.T. – Kadis LH Prov Jabar; Ir. Dodit Ardian Pancapana, S.T., http://M.Sc. – Kadis Kehutanan Prov Jabar; Darto, AP., MM. – Kadis LH Kota Bandung; Drs. H. Ruli Hadiana, http://S.Sos., http://M.IPol. – Kadis LH Kab Bandung; drg. Chanifah Listyarini, M.H.M. – Kadis LH Kota Cimahi; Ibrahim Adjie – Kadis LH KBB; Kadivre & Administrator Perhutani Divre Jabar-Banten; Direktur Utama Perum Perhutani; Direktur PT Perhutani Alam Wisata; Region Head PTPN I Regional 2; Kepala BBWS Citarum; Ketua Harian Satgas Citarum Harum.
Dari akademisi: Prof. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. – Rektor UNIKOM; Prof. Dr. Ir. Zainal Hasibuan, M.T. – Wakil Rektor IV UNIKOM; Assoc. Prof. Hetty Hasanah, S.H., M.H. – Dekan FH UNIKOM; Dr. H. Otong Syuhada, S.H., M.H. – Rektor Universitas Majalengka; Prof. Dr. Asep; Prof. Dian Risdianto; Dr. Ir. Nani Hendiarti, http://M.Sc. – Deputi Kemenko Pangan; Dr. Iman Sanjoyo; Betha Kurniawan, http://S.Si.; Dr. Afan Sulaeman; Prof. Nanan Solihin, S.H., M.H.; Tri Widarmanti, http://S.MB., M.M. – Telkom University.
Dari LSM/Ormas: Ketua MUI, Ketua PWNU, Ketua PW Muhammadiyah Prov Jabar; Forum Penyelamat Hutan Jawa; Paguyuban LMDH; Perwakilan Rimbawan Bandung Raya; Yusuf Sumpena, S.H., SpM. – Presidium Corong Jabar; Andri P. Kantaprawira, http://S.IP., M.M. – Padma Muda MMS; Kuswara, S.H. – Komisaris Persib; Jutek Bongso, S.H., M.H., CTL. – IKADIN; Heri Suherlan – AP4; Barkah Hidayat – Ketua Pengembang Indonesia; Pery Tristianto; Rony – EIGER; Iwan Suhermanawan; Jefri – WALHI; Diki Haedi; A. Syarief Hidayat; Ruly Afiandy – Ketua AMS; Perwakilan Direktur RS se-Bandung Raya.
Dari tokoh masyarakat & pegiat: Caca Nardiman, http://S.Ag., M.M.; Ir. Apung Hadiat Purwoko, http://M.Si.; Kang Lily – Tokoh KBB; Fifie Raharja; Fei Febri; Agus Subekti; Wahyu Darmawan; Hilman & Ino – Teknik Kimia ITB; Yusuf Firdaus & Yuma Ahmad, S.T. – Yayasan Trapawana Jabar; Rika Siti Nurjanah, S.H. – Praktisi Hukum Garut.
(Dewi) **






