Dayeuhkolot (Sergap.co.id)— Temuan aliran air jernih yang keluar dari manhole (bak kontrol) di kawasan Palasari, Jalan Terusan Moch. Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, mendapat kejelasan. Tim teknis dari Perumda Air Minum Tirtaraharja Kabupaten Bandung bersama Tirta Jabar melakukan pengecekan langsung di lokasi pada Minggu (12/4/2026) dengan pendampingan dari tim pentahelix.
Keterlibatan tim Pentahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, komunitas, dan stakeholder terkait ini menjadi bagian dari upaya transparansi serta percepatan penanganan di lapangan.
Heruni, perwakilan dari Tirta Jabar Provinsi Jawa Barat, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan uji kandungan sisaklor di beberapa titik sebagai indikator utama.
“Kita cek sisaklor di beberapa titik. Secara logika, semakin jauh dari sumber, kadar sisaklor biasanya semakin menurun. Namun di lapangan justru ditemukan sebaliknya. Di sini ada klor tapi tipis, sementara di sebrang sana lebih besar, sehingga kemungkinan besar bukan berasal dari PDAM,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika air tersebut berasal dari kebocoran pipa PDAM, maka seharusnya terdapat perubahan tekanan pada jaringan distribusi.
“Selama 4 minggu terakhir tidak ada penurunan tekanan. Kalau ada kebocoran, biasanya akan langsung terlihat dari perubahan tekanan atau air keluar dari pipa. Untuk sementara, ini bukan dari PDAM,” tambahnya.
“Dari hasil uji lapangan, kadar sisaklor tercatat sebesar 0,5 mg/l pada pengukuran awal dan meningkat menjadi 0,8 mg/l di titik lainnya. Sementara itu, standar kadar sisaklor air PDAM umumnya berada di kisaran 0,2 mg/l sebagai batas layak distribusi.
Sementara itu, Asep Ari, teknisi dari Perumda Tirtaraharja Unit Bojongsoang, menyampaikan bahwa secara jaringan, pipa distribusi PDAM tidak melintasi lokasi temuan tersebut.
“Kami sudah lakukan pengecekan jaringan, dan pipa PDAM milik Tirtaraharja tidak melewati akses ini. Untuk wilayah Dayeuhkolot, jaringan kami hanya sampai depan Polsek,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Tirta Jabar untuk memastikan kemungkinan adanya kebocoran dari jaringan lain.
“Hasil pengecekan dari Tirta Jabar juga memastikan bahwa ini bukan berasal dari pipa PDAM,” ungkapnya.
Dengan demikian, berdasarkan hasil uji teknis dan penelusuran jaringan, sementara dapat disimpulkan bahwa aliran air jernih yang keluar dari manhole di kawasan Palasari jalan Radio bukan berasal dari jaringan PDAM.
Meski begitu, tim teknis Tirtaraharja dan Tirta Jabar akan terus melakukan pemantauan dan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber air tersebut secara pasti. (**)






