KAB.SUMNA TENGAH NTT,||Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Bernardus B. Gela, secara resmi membuka kegiatan Kick Off Sponsorship Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Baperida Kabupaten Sumba Tengah, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, pimpinan perangkat daerah atau perwakilan, para camat, Sumba Field Manager Save the Children, Direktris YWKW, pimpinan LSM, serta mitra NJO.
Dalam sambutannya, Sumba Field Manager Save the Children menyampaikan bahwa program sponsorship akan berakhir pada tahun 2027, setelah diimplementasikan selama 12 tahun. Selama periode tersebut, anak-anak di Sumba Tengah telah diberikan ruang untuk menyuarakan pendapat mereka.
“Banyak praktik baik yang telah dilakukan bersama pemerintah daerah, termasuk lahirnya Peraturan Bupati tentang Kabupaten Layak Anak (KLA) serta kolaborasi dengan berbagai mitra,” ujarnya.
Ia berharap pada tahun terakhir implementasi program, seluruh pihak dapat memperkuat visi bersama guna mendorong anak-anak Sumba Tengah menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi. Program ini juga dinilai sejalan dengan visi dan misi Bupati Sumba Tengah.
Selain itu, pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah tetap berlanjut agar capaian selama satu dekade dapat terus dipertahankan meskipun program sponsorship telah berakhir. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program di tengah kebijakan efisiensi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumba Tengah, Ignatius U. Tiba, S.Ak, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“DPRD sangat mendukung dan menyetujui program ini, terutama di tengah efisiensi saat ini. Kami mengapresiasi Save the Children yang telah bermitra dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi, serta menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan dan perlindungan anak.
Dalam arahannya, Sekda Bernardus B. Gela menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui pertemuan ini kita berharap isu tumbuh kembang anak menjadi perhatian utama. Sejak kita bermitra dari tahun 2015 hingga 2027, berbagai capaian telah diraih, termasuk lahirnya Perda Kabupaten Layak Anak dan 10 sekolah model,” ungkapnya.
Ia menambahkan, forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan anak-anak Sumba Tengah tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi.
“Lahirnya Perda Kabupaten Layak Anak merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menghadirkan generasi masa depan Sumba Tengah yang berkualitas,” tutupnya.
“Humas Protokol Sumba Tengah”
(Ms)






