SERGAP.CO.ID
PANDEGLANG, BANTEN, || Sungguh malang nasib yang dialami Suhariyah kelahiran 1986 Warga Kampung Sumur Dangdeur Rt 004 Rw 002 Desa Banjarwangi Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang, harus menerima kenyataan kehilangan sang buah hatinya setelah melakukan persalinan di RSUD Berkah Pandeglang, Baru – baru ini.
Derita Suhariyah bukan hanya ditinggalkan buah hatinya yang berpulang ke Rahmatullah, usai melahirkan, namun kondisi kesehatan Suhariyah juga sangat memprihatinkan. Dimana dirinya mengalami pembengkakan dibeberapa bagian organ tubuhnya. Bahkan dari pengakuannya kalau dia juga saat ini kesulitan membuang air kecil.
Dari keterangan yang dihimpun awak media Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (3/11/2021), Suhariyah menjalani persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, setelah mendapat rujukan dari Puskesaman setempat, dengan menggunakan persyaratan perawatan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diurus Kader Posyandu Desa Setempat.
Dengan demikian tentunya Suhariyah mendapat Program Jaminan Persalian (Jampersal) dimana sebuah jaminan pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir.
Namun disesalkan persalinan tersebut ditenggarai tak berjalan optimal, dimana pihak RSUD Berkah menerima permintaan pihak keluarga Suhariyah untuk pulang, disaat kondisi sang bayi kemungkinan masih membutuhkan perawatan instensif tim medis RSUD Berkah.
“Persalinan dilakukan di RSUD Berkah Pandeglang, tapi kami merasa keberatan dengan biaya – biaya obat yang tak tersedia di RSUD Berkah sehingga harus beli obat keluar ke apotik swasta belum lagi biaya makan minum kami keluarga yang menunggu persalinannya. Kalau dihitung – hitung habislah sebesar Rp.4 juta selama persalinan,” kata seseorang yang mengaku keluarga Suhariyah namun dia enggan disebut namanya di media.
Ia juga mengatakan persalinan Suhariyah di RSUD Berkah tidak berjalan normal, lantaran kehabisan biaya dan tak sanggup lagi menerima beban selama di RSUD Berkah, pihak keluarga dan juga Suhariyah meminta pulang paksa kepada pihak RSUD Berkah, yang akhirnya Suhariyah pun dibawa pulang bersama anaknya. Namun tak lama berselang jam, malam harinya setelah kepulangan dari RSUD, anak yang dilahirkannya meninggal dunia.
Peristiwa ini pun memunculkan reaksi dari para relawan kesehatan. Pelbagai organisasi maupun komunitas kemanusiaan termasuk JNI Humanity dan Ormas Perpam, mendatangi pihak keluarga Suhariyah dan menawarkan bantuan kepada keluarga agar Suhariyah mendapat perawatan pengobatan dari pihak RSUD kembali, baik RSUD Berkah Pandeglang maupun RSUD Banten.
Namun entah karena ada trauma setelah Suhariyah menjalani persalinan di RSUD Berkah yang banyak memakan biaya selama menunggu persalinan ? Sehingga ada rasa kekhawatiran keluarga Suhariyah akan biaya tersebut, karena mereka mengaku tak lagi memiliki uang dan itu sangat dimungkinkan dengan kondisi keterbatasan ekonomi keluarga Suhariyah.
” Terima kasih bapak – bapak udah mau membantu ibu Suhariyah, tapi untuk sementara ini kalau harus dirawat kembali ke RSUD baik itu di Pandeglang maupun di Serang di RSUD Banten, mungkin kami lebih baik memilih di rawat di rumah saja Pak,” ungkap seorang warga yang juga masih keluarga Suhariyah.
Hingga berita ini diturunkan pihak RSUD Berkah Pandeglang belum dapat terkonfirmasi.*
(Kamri S/Team)






