PANDEGLANG, BANTEN, || Persatuan Forum Jurnalis Aktivis Banten Bersatu memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menyerukan pentingnya menjaga semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini.
Peringatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat Forum Jurnalis Aktivis Banten Bersatu di Kampung Ebod Blok A1 Nomor 3, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (21/5/2026), menjadi momentum bagi kalangan jurnalis dan aktivis untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga nilai kebangsaan.
Mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Maju”, forum tersebut menilai semangat kebangkitan nasional harus terus dihidupkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, aktivis, pemerintah, dan generasi muda.
Perwakilan kalangan aktivis, Niki, mengatakan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Semoga semangat perjuangan para pendahulu bangsa dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia. Kebangkitan nasional harus dimulai dari kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” ujar Niki.
Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, ia menilai dibutuhkan sinergi antar-elemen bangsa agar nilai persatuan tetap terjaga.
“Kita berharap generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi motivasi untuk terus berkarya, berjuang, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan. Persatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia,” tambahnya.
Selain menyoroti pentingnya nasionalisme, forum tersebut juga menekankan perlunya kepedulian sosial di tengah perubahan zaman. Menurut kalangan aktivis, semangat kebangkitan nasional tidak hanya diwujudkan dalam simbol dan slogan, tetapi juga melalui tindakan nyata membantu masyarakat dan menjaga keharmonisan sosial.
Di sisi lain, perwakilan kalangan jurnalis, Dedi Supandi, menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga semangat kebangsaan melalui penyampaian informasi yang objektif dan edukatif.
“Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Sebagai insan pers, kami memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyampaikan informasi yang objektif, mendidik, dan mampu memberikan semangat positif kepada masyarakat. Pers memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membangun kesadaran publik,” kata Dedi Supandi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan media digital saat ini membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat. Arus informasi yang begitu cepat dinilai dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana masyarakat menyikapinya.
Karena itu, Dedi mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di media sosial yang rentan terhadap penyebaran hoaks dan informasi provokatif.
Ia juga mengingatkan insan pers agar tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta menjaga independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Momentum kebangkitan nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh insan pers untuk tetap independen, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Media harus menjadi jembatan informasi yang mampu memperkuat persatuan bangsa, bukan justru memecah belah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, forum juga menegaskan pentingnya menjaga nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong sebagai warisan bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi global.
Persatuan Forum Jurnalis Aktivis Banten Bersatu berharap peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tidak hanya menjadi acara simbolis, tetapi mampu mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai peran organisasi masyarakat, aktivis, dan insan pers memang masih relevan dalam memperkuat pendidikan kebangsaan di tengah menurunnya interaksi sosial akibat perkembangan teknologi digital.
Namun demikian, tantangan menjaga persatuan bangsa di era modern juga dinilai semakin kompleks. Polarisasi sosial, penyebaran disinformasi, hingga rendahnya literasi digital menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama.
Karena itu, forum mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Kebangkitan Nasional sebagai pengingat penting bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan melalui persatuan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat Harkitnas ke-118, forum berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga rasa persaudaraan dan semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang maju, kuat, dan bersatu.
(Kamri S/Embing)






