Proyek Jembatan di Tripa Makmur Disorot, Kadis PUPR Nagan Raya Belum Jawab Konfirmasi

Caption': Kondisi jembatan rabat beton di Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya. Bekisting bagian bawah masih terpasang dan tebing sisi kanan mulai tergerus. Rabu 20/5/2026_

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, || Kondisi jembatan rabat beton di Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan warga karena dinilai belum rampung dikerjakan meski struktur utama telah berdiri. Hingga Kamis (21/5/2026), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nagan Raya, Cut Yunita Sofiati, ST, belum memberikan jawaban atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan terkait proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan yang disebut dibangun menggunakan Tahun Anggaran 2025 itu tampak belum memasuki tahap akhir penyelesaian. Permukaan rabat beton masih terlihat kasar, sejumlah bekisting di bagian bawah jembatan belum dibongkar, sementara sisi tepi jembatan juga belum dirapikan.

Secara teknis, bekisting merupakan cetakan sementara pada konstruksi beton yang umumnya dilepas setelah beton mengeras sesuai standar pekerjaan. Kondisi bekisting yang masih terpasang memunculkan pertanyaan warga mengenai progres akhir pengerjaan proyek tersebut.

Jembatan itu berada di atas aliran sungai kecil dan menjadi akses penghubung masyarakat Gampong Babah Lueng menuju ruas jalan nasional Meulaboh–Tapaktuan. Warga mengaku khawatir apabila pekerjaan yang belum selesai dibiarkan terlalu lama dapat berdampak pada kondisi lingkungan sekitar, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kalau hujan deras nanti, kami takut sisa material itu menyumbat aliran sungai dan tebing makin terkikis,” ujar seorang warga setempat.

Selain kekhawatiran terhadap aliran air, warga juga menyoroti kondisi tebing di sisi kanan jembatan yang mulai mengalami erosi. Mereka berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan pekerjaan finishing agar jembatan dapat digunakan secara aman dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Di sisi lain, belum adanya penjelasan resmi dari pihak Dinas PUPR Nagan Raya membuat masyarakat belum mengetahui apakah proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan, masa pemeliharaan, atau terkendala faktor teknis tertentu.

Wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Nagan Raya melalui pesan WhatsApp terkait progres pekerjaan, penyebab belum dilakukannya finishing, serta tindak lanjut penyelesaian proyek. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban maupun keterangan resmi yang diberikan.

Situasi tersebut memunculkan harapan warga agar pihak terkait lebih terbuka dalam menyampaikan informasi perkembangan proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah. Menurut warga, keterbukaan informasi penting agar masyarakat memahami tahapan pekerjaan sekaligus dapat mengawasi pembangunan di daerahnya.

Terpisah, sejumlah warga menilai keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi akses mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, mereka berharap penyelesaian proyek tidak berlarut-larut sehingga fungsi jembatan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan aman oleh pengguna jalan.

Berita ini disusun berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta upaya konfirmasi kepada pihak terkait, sesuai dengan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik yang mengedepankan prinsip keberimbangan dan verifikasi informasi.

(H@r)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *