Kapolri Bantu Beasiswa Ilmuwan Muda Asal Sumut, Penemu Herbal Biofar SS

SERGAP.CO.ID

MEDAN, || Ilmuwan muda asal Sumatera Utara, Muhammad Ja’far Hasibuan, resmi diterima sebagai mahasiswa Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU). Kepastian ini semakin membahagiakan setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjadi ayah angkat Ja’far, memberikan beasiswa penuh untuk mendukung pendidikan dan risetnya.

Bacaan Lainnya

Ja’far dikenal sebagai penemu Biofar SS, obat herbal yang diakui internasional dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat tidak mampu di berbagai negara. Risetnya telah mengharumkan nama Indonesia di panggung sains dunia.

“Alhamdulillah, setelah dinyatakan lulus S2, saya langsung mendapat kabar dari Bapak Kapolri, beliau membantu saya dengan beasiswa. Ini doa tahajud saya setiap malam yang Allah kabulkan,” ujar Ja’far dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).

Sebelum dikenal dunia, perjalanan hidup Ja’far penuh perjuangan. Ia pernah hidup dalam kemiskinan ekstrem, menjajakan roti dengan sepeda untuk membiayai kuliah, bahkan sempat tidur di emperan toko dan bertahan hidup hanya dengan minum air putih. “Kadang makan sekali dua hari, kadang cuma minum air putih untuk tahan lapar. Tapi saya yakin Tuhan tidak tidur,” kenangnya.

Meski hidup penuh keterbatasan, Ja’far berhasil mengembangkan terapi herbal Biofar SS untuk berbagai penyakit dalam dan luar. Ia mendirikan klinik gratis di Marindal Satu, Deli Serdang, yang membuka layanan tatap muka maupun daring. Di klinik itu, Ja’far tidak pernah memungut biaya, baik konsultasi maupun pengobatan. Baginya, “Ilmu yang tidak dibagikan adalah ilmu yang mati.”

Ja’far juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kapolri yang telah empat kali memberikan bantuan berupa alat laboratorium dan bahan penelitian. “Kalau bukan karena Pak Kapolri, mungkin saya sudah berhenti kuliah dan berhenti jadi peneliti,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada manusia, Ja’far kini tengah mengembangkan pengobatan herbal untuk hewan ternak di pelosok. Ia mengaku terinspirasi semangat Sumpah Pemuda dan sosok Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Bahkan, ia telah bertemu Ilham Habibie, putra almarhum BJ Habibie, yang memuji kiprahnya. “Kalau Pak Habibie berkarya di bidang teknologi pesawat, saya ingin meneruskan di bidang kesehatan,” katanya.

Bagi Ja’far, keberhasilannya saat ini adalah amanah besar. Ia ingin kisah hidupnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Pesannya untuk generasi muda: “Jangan takut miskin, tapi takutlah kalau berhenti berdoa dan berhenti mencoba.”

Kini, Ja’far melangkah sebagai mahasiswa magister dengan tetap memegang teguh kesederhanaan, pengabdian, dan doa tahajud. Baginya, beasiswa dari Kapolri bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk terus berkarya demi kesehatan, keadilan, dan harapan bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *