Puskesmas Penkase Oeleta Perkuat Deteksi Penyakit di Kawasan Pelabuhan dan Industri

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Puskesmas Penkase Oeleta terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang, yang memiliki karakteristik berbeda karena mencakup kawasan Pelabuhan Laut serta wilayah industri.

Bacaan Lainnya

Mobilitas masyarakat dan aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan menjadi salah satu perhatian dalam pelayanan kesehatan. Arus keluar-masuk orang maupun kapal berpotensi membawa berbagai risiko kesehatan yang dapat berdampak terhadap masyarakat di Kota Kupang.

Kepala Puskesmas Penkase Oeleta, dr. Yoseph Desipung, mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya harus memberikan pelayanan kesehatan secara responsif, baik melalui pelayanan di dalam gedung puskesmas maupun dengan turun langsung ke lapangan.

“Keluar masuknya orang dan kapal barang melalui pelabuhan juga bisa membawa penyakit bagi warga Kota Kupang,” ujar Yoseph di Kupang.

Menurutnya, salah satu upaya yang terus dilakukan adalah skrining atau pemeriksaan awal terhadap masyarakat untuk menemukan potensi penyakit maupun faktor risiko kesehatan sedini mungkin.

Puskesmas Penkase Oeleta juga memiliki program unggulan berupa pelayanan mobil PVCT (Provider-Initiated Counseling and Testing) untuk HIV/AIDS. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan jemput bola untuk mendukung upaya deteksi dini di wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi.

Yoseph menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Laut di wilayah kerja Puskesmas Penkase Oeleta menjadi salah satu alasan pelayanan skrining harus terus diperkuat.

“Tujuan skrining untuk mendeteksi gangguan sejak dini agar pengobatan lebih mudah dan efektif sebelum muncul gejala berat,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas kesehatan secara berkala turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap munculnya persoalan kesehatan yang lebih luas.

“Kami selalu melakukan skrining untuk mencegah wabah yang lebih besar mengingat wilayah Alak sangat rentan terhadap mobilitas penduduk,” katanya.
Selain pengendalian penyakit, Puskesmas Penkase Oeleta juga memberikan perhatian terhadap aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Hal ini mengingat wilayah Alak merupakan salah satu kawasan industri yang menjadi tempat aktivitas sejumlah perusahaan dan pekerja.

Beberapa perusahaan strategis yang berada di kawasan tersebut antara lain PLTU, Sindo, Pelindo, dan Pertamina. Kondisi ini membuat aspek kesehatan pekerja dan lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Meski baru didirikan dan mulai beroperasi pada 2024, Puskesmas Penkase Oeleta berupaya tetap menjalankan pelayanan serta program pencegahan penyakit di tengah keterbatasan sejumlah fasilitas penunjang.
Salah satu kebutuhan yang saat ini menjadi perhatian adalah fasilitas IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Yoseph mengatakan, keberadaan IPAL sangat dibutuhkan karena wilayah kerja Puskesmas Penkase Oeleta mencakup kawasan perumahan dan industri. Fasilitas tersebut diperlukan untuk membantu mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan sehingga dapat mengurangi risiko pencemaran dan penyebaran penyakit.

“Kami sudah mengajukan permohonan ke Pemerintah untuk pengadaan IPAL mengingat wilayah Alak sangat rentan dengan persoalan limbah, baik dari industri maupun perumahan,” ungkapnya.

Menurutnya, pengadaan IPAL diharapkan dapat mendukung kualitas lingkungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit yang berkaitan dengan sanitasi dan pencemaran lingkungan.

Dengan karakteristik wilayah yang mencakup pelabuhan, kawasan industri dan permukiman, Puskesmas Penkase Oeleta terus mendorong pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mengutamakan pencegahan, deteksi dini, serta perlindungan kesehatan masyarakat.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *