Ketahanan Pangan Dimulai dari Benih, Babinsa Pahunga Lodu Kawal Petani

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR NTT || Persiapan benih menjadi salah satu tahapan penting sebelum produksi padi dimulai. Di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Yohan Saekoko, turun langsung mendampingi petani dalam proses pembungkusan pembibitan perbenihan padi menggunakan karung, Senin (7/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di lokasi PPL kelompok tani tersebut merupakan bagian dari pendampingan Babinsa terhadap petani sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan di wilayah binaan.

Sertu Yohan Saekoko turut membantu petani dalam proses pembungkusan perbenihan padi. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembibitan yang diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih untuk kegiatan pertanian berikutnya.

Menurut Sertu Yohan Saekoko, pendampingan kepada petani tidak hanya dilakukan ketika tanaman sudah berada di lahan, tetapi juga dapat dimulai sejak tahap persiapan. Dengan pendampingan secara langsung, Babinsa dapat melihat proses pertanian sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat.

“Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para petani dalam menjalankan kegiatan pertanian, sehingga proses pembibitan dapat berjalan dengan baik dan nantinya menghasilkan benih padi yang berkualitas,” ujarnya.

Bagi petani, keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh pengolahan lahan dan perawatan tanaman. Tahap awal berupa pemilihan dan penyiapan benih juga memiliki peran penting karena menjadi dasar bagi proses budidaya pada tahap selanjutnya.

Karena itu, pendampingan di tingkat kelompok tani diharapkan tidak berhenti pada kehadiran aparat, tetapi dapat mendorong petani semakin memperhatikan setiap tahapan produksi. Petani tetap menjadi pelaku utama dalam menentukan keberhasilan budidaya, sementara Babinsa berperan memberikan dukungan dan motivasi di lapangan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Babinsa untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Interaksi langsung dengan petani memungkinkan berbagai persoalan pertanian di wilayah binaan diketahui lebih awal dan dibicarakan bersama.

Sertu Yohan Saekoko menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap sektor pertanian dinilai penting karena peningkatan produktivitas di tingkat desa turut berkontribusi terhadap ketersediaan pangan.

Melalui pendampingan dari tahap pembibitan hingga proses budidaya, diharapkan kerja sama antara Babinsa dan kelompok tani di Desa Kaliuda semakin kuat. Namun, keberhasilan ketahanan pangan tetap membutuhkan konsistensi petani dalam mengelola lahan, menjaga kualitas budidaya, serta meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Dari proses sederhana menyiapkan benih inilah, upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus dibangun.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *