SUMBA TIMUR, || Aparat TNI dari Koramil 01/Lewa Kodim 1601/Sumba Timur melakukan pendampingan kepada petani dalam proses penjemuran padi pascapanen di Desa Praipaha, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu menjaga kualitas gabah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Pendampingan dilakukan oleh Bethanius William yang terjun langsung ke lapangan bersama petani. Penjemuran padi menjadi tahap krusial dalam pascapanen karena menentukan kadar air gabah sebelum disimpan atau dipasarkan. Proses yang tidak optimal berisiko menurunkan kualitas hasil panen dan nilai jual.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga memastikan proses penjemuran dilakukan dengan baik agar gabah tetap terjaga mutunya. Upaya ini menjadi bagian dari peran TNI dalam mendukung sektor pertanian, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama para petani. Selain membantu, ini juga untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Bethanius.
Dari sisi petani, kehadiran Babinsa dinilai membantu meringankan pekerjaan, terutama dalam tahapan pascapanen yang membutuhkan tenaga tambahan dan ketelitian. Mereka berharap pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Namun di sisi lain, sejumlah petani mengakui bahwa tantangan di sektor pertanian tidak hanya pada proses panen dan pascapanen, tetapi juga mencakup keterbatasan sarana, perubahan cuaca, hingga akses pasar. Penjemuran tradisional, misalnya, masih sangat bergantung pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap petani perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pendampingan tenaga, tetapi juga penyediaan fasilitas dan teknologi yang lebih memadai. Dengan demikian, kualitas hasil pertanian dapat meningkat secara konsisten.
Peran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan teritorial TNI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi antara aparat, petani, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Diharapkan, sinergi antara TNI dan petani ini dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga ketersediaan pangan di wilayah Sumba Timur.
Ke depan, upaya serupa diharapkan tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi bagian dari program berkelanjutan yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian secara lebih komprehensif.






