KOTA TASIKMALAYA, || Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi Kang Suresman (Kangge Surat Elektronik sareng Media Tanda Tangan) versi 2, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini melibatkan perwakilan perangkat daerah sebagai bagian dari percepatan transformasi digital dalam tata kelola administrasi pemerintahan.
Bimtek yang berlangsung di aula Diskominfo ini menjadi langkah lanjutan penguatan sistem persuratan elektronik di lingkungan Pemkot Tasikmalaya. Versi terbaru Kang Suresman diklaim membawa sejumlah pembaruan signifikan yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta keamanan pengelolaan dokumen resmi.
Kepala Diskominfo Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa pengembangan sistem ini merupakan respons terhadap kebutuhan birokrasi modern yang menuntut kecepatan dan akurasi layanan administrasi. Melalui Kang Suresman versi 2, berbagai proses manual yang sebelumnya memakan waktu diharapkan dapat dipangkas.
“Pembaruan ini ditujukan agar pengelolaan surat menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi,” ujarnya.
Sejumlah fitur baru diperkenalkan dalam versi ini. Salah satunya adalah sistem pembuatan footer otomatis pada dokumen, sehingga pengguna tidak lagi perlu menambahkan secara manual. Selain itu, format unggahan dokumen kini disederhanakan cukup dalam bentuk PDF tanpa keharusan melampirkan file DOCX seperti pada versi sebelumnya.
Fitur penomoran naskah otomatis juga menjadi salah satu keunggulan yang diharapkan mampu mengurangi beban administratif sekaligus memastikan konsistensi dokumen. Sistem ini turut dilengkapi notifikasi untuk proses tanda tangan elektronik (TTE) dan disposisi, sehingga alur persetujuan surat dapat dipantau secara real-time.
Dalam aspek integrasi, Kang Suresman versi 2 telah menggunakan sistem Single Sign-On (SSO) melalui akun IKET. Hal ini memungkinkan pengguna mengakses layanan dengan satu akun terpusat, sekaligus meningkatkan keamanan akses sistem.
Data pegawai pun terhubung langsung dengan sistem kepegawaian (SIMPEG) dan diperbarui secara otomatis setiap hari. Sinkronisasi ini dinilai penting untuk memastikan keakuratan data pengguna, terutama dalam struktur organisasi yang dinamis.
Tak hanya itu, aplikasi ini juga mendukung pegawai dengan multi jabatan, serta dilengkapi fitur pencarian berbasis nama dan jabatan. Kemudahan ini diharapkan mampu mempercepat proses koordinasi antarperangkat daerah.
Di sisi lain, implementasi sistem digital seperti Kang Suresman versi 2 juga menghadapi tantangan tersendiri. Adaptasi sumber daya manusia menjadi faktor kunci keberhasilan, mengingat tidak semua pegawai memiliki tingkat literasi digital yang sama.
Selain itu, ketergantungan pada sistem elektronik juga menuntut kesiapan infrastruktur teknologi, termasuk jaringan dan keamanan data. Gangguan teknis atau celah keamanan berpotensi menghambat pelayanan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Meski demikian, Pemkot Tasikmalaya optimistis bahwa transformasi digital merupakan langkah yang tidak terhindarkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Digitalisasi administrasi diyakini dapat mempercepat proses birokrasi, meningkatkan transparansi, serta mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.
Melalui kegiatan bimtek ini, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu memahami dan mengoperasikan Kang Suresman versi 2 secara optimal. Pemerintah juga menekankan pentingnya konsistensi penggunaan sistem agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh.
Ke depan, implementasi aplikasi ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan transformasi digital di lingkungan Pemkot Tasikmalaya. Jika berjalan efektif, Kang Suresman bukan hanya alat administratif, tetapi juga fondasi menuju birokrasi yang lebih modern, responsif, dan terintegrasi.
Namun demikian, keberhasilan sistem ini tetap bergantung pada komitmen semua pihak—mulai dari kesiapan teknologi hingga kedisiplinan pengguna dalam menjalankan prosedur digital secara konsisten.






