KUPANG, || Nama Yohanes Sason Helan kembali menguat menjelang perhelatan pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Koperasi Kredit Swastisari yang akan digelar Minggu, 1 Maret 2026. Mantan General Manager koperasi kredit terbesar di Nusa Tenggara Timur itu dinilai sebagai figur sentral di balik lompatan besar Swastisari hingga menembus aset triliunan rupiah.
Yohanes Sason Helan akrab disapa YSH bukan nama baru dalam perjalanan panjang Swastisari. Di bawah kepemimpinannya, koperasi ini tidak hanya bertumbuh secara angka, tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola dan kepercayaan anggota.
Ia dikenal sebagai pemimpin visioner dengan pendekatan strategis yang terukur, namun tetap membumi.
Bagi YSH, koperasi bukan sekadar entitas bisnis yang berorientasi laba. Ia menegaskan bahwa mengelola lembaga keuangan berbasis anggota harus bertumpu pada semangat pelayanan.
“Mengelola koperasi sejatinya adalah melayani. Nasabah adalah raja, sementara pengurus dan pengawas adalah pelayan,” tegasnya dalam berbagai kesempatan.
–Filosofi itu menjadi roh kepemimpinannya.
Ia menolak pola birokratis yang menciptakan sekat antara pimpinan dan anggota. Sebaliknya, ia membangun kultur organisasi yang partisipatif, transparan, dan humanis. Nilai sosial dan solidaritas tetap ditempatkan di atas kepentingan bisnis, tanpa mengabaikan profesionalisme pengelolaan.
–Hasilnya Nyata.
Di tangan YSH, Swastisari mencatat pertumbuhan aset signifikan hingga mencapai angka triliunan rupiah. Ekspansi cabang ke berbagai wilayah di Indonesia dilakukan secara terencana, memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat basis keanggotaan. Digitalisasi sistem layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola menjadi pilar utama transformasi tersebut.
Model pertumbuhan yang ia bangun tidak hanya berorientasi pada kuantitas, melainkan juga pada kualitas pemberdayaan anggota. Swastisari berkembang sebagai koperasi modern yang tetap berakar pada nilai kebersamaan.
Kini, YSH kembali maju sebagai kandidat pengurus dalam Pra-RAT 2026. Ia berada di nomor urut 6 dan bersaing bersama sembilan kandidat lainnya untuk memperebutkan posisi strategis dalam kepengurusan koperasi.
Kehadirannya dalam kontestasi internal ini dinilai sebagai momentum penting bagi kesinambungan visi besar Swastisari.
Sejumlah anggota berharap kepemimpinan berbasis pelayanan yang pernah membawa Swastisari menembus fase pertumbuhan emas dapat kembali menjadi arah utama organisasi. Dengan rekam jejak yang teruji, YSH tidak hanya dipandang sebagai manajer profesional, tetapi juga arsitek transformasi koperasi kredit modern berbasis solidaritas.
Pra-RAT 1 Maret 2026 mendatang dipastikan menjadi titik krusial dalam menentukan arah baru Koperasi Kredit Swastisari. Di sanalah para anggota akan menentukan siapa figur terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjaga ritme pertumbuhan lembaga keuangan berbasis anggota tersebut di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak.
(Desy)






