Dosen Undana Sosialisasikan PHBS di PAUD Permata Keoen- Rote Ndao

SERGAP.CO.ID

ROTE NDAO, || Kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk anak usia dini digelar di PAUD Permata Keoen, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/5/2025). Acara ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) yang menyasar 33 siswa. Tujuannya adalah menanamkan kebiasaan sehat sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan.

Bacaan Lainnya

Tim dosen Undana yang memimpin kegiatan terdiri dari Dr. Mas’Amah, S.Pd., M.Si, Fitria Titi Meilawati, S.Si, M.I.K, dan Emanuel Sowe Leuape, S.I.Kom, M.I.Kom. Mereka menggunakan metode cerita edukatif yang menyoroti pentingnya mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Pendekatan ini dipilih untuk memudahkan anak-anak memahami konsep kesehatan melalui alur cerita yang ringan namun penuh pesan moral. Cerita dilengkapi dengan contoh situasi sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti bermain di halaman atau membantu orang tua di rumah.

Agar suasana semakin hidup, dua mahasiswa Ilmu Komunikasi, Angie Alodia dan Giovanny M. Ndoen, turut berperan sebagai pendongeng interaktif. Mereka membawakan karakter tokoh lucu dan enerjik yang membuat anak-anak betah mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai.

Selain bercerita, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar. Anak-anak diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, diiringi lagu sederhana yang mudah diingat.

Untuk memperkuat pemahaman, tim membagikan poster bergambar dan lembar mewarnai bertema kebersihan. Media ini dirancang agar pesan PHBS dapat terus diingat meski anak-anak sudah kembali ke rumah.

Antusiasme peserta terlihat dari tawa, sorakan, dan keaktifan menjawab pertanyaan selama sesi berlangsung. Guru-guru PAUD Permata Keoen juga menyambut baik kegiatan ini, menyebutnya sebagai cara efektif memperkenalkan perilaku sehat kepada anak didik mereka.

Dengan pendekatan interaktif dan penuh warna, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak dini. Harapannya, anak-anak tidak hanya mempraktikkan PHBS di sekolah, tetapi juga membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *