KUPANG, || Halaman utama Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur pagi itu terasa berbeda. Di bawah langit cerah, suasana khidmat menyelimuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 BPKP yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT, Rizal Suhaili, sebagai inspektur upacara. Sabtu, (31/5/25).
Upacara ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN), serta jajaran Darma Wanita Persatuan BPKP NTT. Momentum peringatan ini tidak hanya menjadi simbol bertambahnya usia, namun juga pengingat akan konsistensi BPKP dalam mengawal akuntabilitas pembangunan bangsa.
“BPKP bukan sekadar lembaga pengawasan, tetapi mitra strategis pembangunan nasional,” tegas Rizal Suhaili dalam amanatnya.
Ia menegaskan bahwa BPKP hadir untuk memberikan solusi dan memastikan pembangunan berjalan secara akuntabel, efisien, dan tepat sasaran.
Komitmen BPKP sebagai pengawal akuntabilitas pembangunan ditunjukkan melalui capaian signifikan selama lima tahun terakhir. Sejak 2020 hingga 2024, kontribusi positif BPKP terhadap keuangan negara mencapai Rp379,30 triliun.
Angka tersebut terdiri dari penyelamatan keuangan negara sebesar Rp90,19 triliun, penghematan belanja negara senilai Rp244,35 triliun, serta optimalisasi penerimaan negara sebesar Rp44,76 triliun.
Tak hanya soal angka, hasil pengawasan BPKP terbukti mampu menjadi referensi penting dalam pengambilan keputusan strategis pemerintah. Rekomendasi dari hasil pengawasan digunakan dalam berbagai sektor vital, mulai dari tata kelola kawasan hutan, industri pertambangan dan perkebunan, perbaikan BUMN/D, hingga penguatan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
“Ini bukti bahwa BPKP tidak hanya menyoroti kesalahan, tapi juga hadir sebagai mitra yang solutif. Advis kami membantu pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan yang tepat di tengah kompleksitas tantangan pembangunan,” jelas Rizal.
Dengan bertambahnya usia, BPKP meneguhkan diri untuk terus relevan dan adaptif dalam menjawab dinamika zaman. Semangat pengabdian dan profesionalisme terus ditanamkan di setiap insan BPKP, sejalan dengan semangat penguatan peran kelembagaan di tengah era transparansi dan digitalisasi.
Tema peringatan tahun ini, “BPKP Hadir Bermanfaat, Memandu Akuntabilitas, Memacu Efektivitas”, menjadi refleksi sekaligus komitmen yang terus dihidupi. BPKP ingin memastikan setiap rupiah anggaran negara memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sebagai penutup, Rizal Suhaili berharap agar peringatan HUT ke-42 ini menjadi momentum evaluasi, penguatan, dan penyatuan tekad seluruh insan BPKP. “Mari kita terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan menumbuhkan semangat kolaborasi. Demi Indonesia yang lebih akuntabel dan sejahtera,”
(Desy)






