SUMBA TIMUR, || Kasus kematian Rambu Axi cukup mendapat perhatian publik dan viral di media sosial, itu di karenakan adanya dugaan kematian almarhum yang di nilai ada banyak kejanggalan sehingga beberapa waktu lalu sudah ada upaya Otopsi yang di lakukan oleh pihak Dokter forensik.
Kasus ini mendapat desakan dari banyak pihak menuntut agar pihak kepolisian serius dalam menanganinya.
Hingga saat ini Kasus tersebut masih bergulir di tingkat penyidikan Polres Sumba Timur.

Lewat Tim Kuasa Hukum keluarga Almarhumah, Advokat/Pengacara Umbu Tonga Nd. Erang. SH dan Advokat/Pengacara Andrias Tamu Ama. SH. mendatangi Polres Sumba Timur untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut dan mereka menemui Kasat reskrim Polres Sumba Timur. (jumat 01/03/2024).
Tadinya kami mau bertemu langsung dengan Bapak Kapolres tapi karena beliau sedang ada kesibukan lain sehingga kami hanya bisa bertemu dengan Kasat reskrimnya dan hasil dari pertemuan kami Bapak Kasat menjelaskan bahwa kasus ini masih terus berjalan dan pihak kepolisian serius dalam menangani kasus ini dan sedang di upayakan, persoalan limit waktu yang di sebutkan oleh dokter forensik yang lalu hasilnya sudah ada hanya masih terus mengumpulkan data – data penunjang lainnya seperti hasil rekaman CCTV yang saat ini masih sedang di Uji lab dan ketika semuanya siap maka kasus ini akan segera di lanjutkan prosesnya. Ucap Umbu Tonga. SH Dan Umbu Andi SH. sapaan manis kedua dari kuasa Hukum keluarga korban.
Demikian pula pernyataan Kasatreskrim Iptu. Helmi Wildan. SH,
Semua tindakan dan langkah selanjutnya akan segera di lakukan, nanti kami akan undang semua media dalam Komprensi Pers agar semua bisa mengikutinya. kami sangat mengharapkan peran kita semua dalam mendukung untuk kelancaran proses hukum ini dan masyarakat tetap percayakan hal ini pada kami, kami akan bekerja secara proporsional, agar supaya semua pihak mendapat kepastian hukum terlebih khusus untuk keluarga korban. Katanya kepada media saat di temui di ruang kerjanya.
Di tempat terpisah media ini pula menemui salah satu penggagas dari sebuah gerakan kemanusian Pdt. Trince B. Dondu, MTh yang terus memberi pemahaman kepada keluarga korban agar mayat wajib di Otopsi yang sebelumnya pihak keluarga korban sempat menandatangi berita acara penolakan otopsi dari pihak kepolisian.
Dan pada akhirnya pihak keluarga manerima upaya Otopsi di lakukan setelah almarhumah di kuburkan beberapa hari di kampung kelahirannya di Sumba Tengah.
Keprihatinan kami pada kasus ini sangat besar sehingga kami berupaya semaksimal mungkin agar kasus ini bisa di ungkap seterang – terangnya, kami sangat berharap pada semua pihak agar mendukung kami dalam upaya mendapat kejelasan dan kepastian hukum yang di alami almarhumah terlebih pihak keluarga korban yang sangat merasa kehilangan dan juga publik sangat menantikan perkembangan kasus ini, dan kami sudah melakukan aksi damai di depan Polres Sumba Timur dengan Nama AKSI UNTUK AXI dan terima kasih banyak pihak yang mendukung dan menuntut agar kasus ini di telusurusi dan di buka seterang – terang kepada publik, katanya kepada media ini.
Kronologi = bermula dari niat Almarhumah untuk bekerja sebagai pramuniaga/ pembantu di sebuah toko di kota Waingapu Sumba Timur. almarhumah baru saja tamat SLTP dan belum bisa melanjutkan studinya karena ada kakaknya yang kuliah sehingga beliau berniat untuk bekerja dulu untuk bisa membantu orang tuanya di kampung.
Namun nasib berkata lain setibanya di kota beliau harus merenggang nyawa dengan tali di leher dan tergantung di shower kamar mandi milik majikannya yaitu di Ruko CK2 yang beralamat di jl. S. Parman, Payeti Kel. Prailiu Kec. Kambera, Kab Sumba Timur – NTT.
Kasus ini menjadi sangat viral karena dalam runtutan kejadian sebelumnya Axi di temukan oleh beberapa pemuda tidak jauh dari rumah Axi bekerja. pada dini hari sekitar pukul 02.40 wita. salah satu pemuda berinisial W dan G cs sempat berbincang – bincang dengan Axi dan hasil dari perbincangan tersebut maka ketahuanlah bahwa Axi ini melarikan diri dari rumah majikanya dan terlihat di bagian pipi memar dan membengkak, dan karena hari masih malam mereka memberi tumpangan di rumah salah satu warga.
Dan pada keesokan harinya Axi berhasil di jemput kembali untuk pulang ke majikannya lewat salah satu anggota Polres Sumba Timur inisial RK. almarhumah sempat menolak tapi RK terus membujuk dan karena beliau adalah seorang Anggota Polisi maka beberapa orang warga yang ada saat itu terus meyakinkan almarhumah maka ia akhirnya mau kembali dan pulang ke rumah majikannya dan beberapa saat kemudian kurang lebih tiga jam setelah Axi kembali, pada pukul 16.31 wita publik di kagetkan lewat berita di media FB bahwa ada salah satu pekerja di toko Cinta karya 2 (CK2) meninggal dengan cara gantung diri,”Dilansir dari Media Pikiran Rakyat-Oke Flores.Com
(Ss**/Jk)






