SHANGHAI, || Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, M.M., MBA, memimpin delegasi bisnis yang bertujuan memperluas kerjasama investasi antara Indonesia dan China. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menggali peluang kerjasama di bidang teknologi dan industri, yang menjadi kunci kemajuan ekonomi kedua negara.
Kunjungan ini dimulai pada tanggal 22 Januari 2023, ketika Bobby Lianto dan rombongan tiba di Shanghai, setelah penerbangan dari Jakarta. Di kota Suzhou, delegasi bertemu dengan para pemilik dan investor dari berbagai pabrik alat kesehatan, termasuk Gugomed, sebuah merek terkenal dalam produksi alat-alat kesehatan berteknologi tinggi. Di sana, mereka mendapat kesempatan langka untuk mengunjungi pabrik dan berinteraksi langsung dengan para pemangku kepentingan, yang memberikan wawasan mendalam tentang produk-produk inovatif yang dihasilkan.
Salah satu highlight dari kunjungan ini adalah pertemuan dengan pemilik dari SHANYING INTERNATIONAL Holdings Co., Ltd Paper, salah satu produsen kertas terkemuka di China. Dalam pertemuan tersebut, para pihak mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia, dengan Bobby Lianto memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bobby Lianto juga merencanakan kunjungan ke Kota Jiaxing untuk menjajaki kerjasama dalam transfer teknologi, khususnya di sektor kesehatan. Rencananya, kerjasama antara Kota Jiaxing dengan NTT akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Menanggapi kunjungan ini, Bobby Lianto menyatakan harapannya bahwa kerjasama antara NTT dan China tidak hanya akan memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengusaha Indonesia untuk berkolaborasi dengan mitra di China. Melalui kunjungan ini, diharapkan pasar internasional semakin terbuka bagi pengusaha NTT, sementara juga memperkuat kerjasama antar kota dan daerah di kedua negara.
Kunjungan bisnis ini menegaskan komitmen Kadin NTT dalam memperluas jaringan bisnis internasional dan menghadirkan peluang baru bagi pengusaha di Indonesia. Dengan fokus pada teknologi dan inovasi, Indonesia dan China berpotensi menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan, membawa kedua negara menuju masa depan yang lebih cerah.
(Dessy)






