Warga Merapi Lahat “Keluhkan Dampak Debu Bara” Dinilai Sudah di Atas Ambang Batas

SERGAP.CO.ID

MERAPI LAHAT, || Angkutan batubara yang melintas mulai pukul 18.00 wib di jalan umum, sepanjang melintas di desa mulai dari Desa Manggul – Desa Muara Lawai kini dirasakan oleh warga dampak polusi debu batubara yang membahayakan kesehatan bagi masyarakat yang rumahnya dipinggir jalan raya.

Bacaan Lainnya

Salah satu.tokoh masyarakat merapi Ajeral.(60) mengatakan bahwa dampak debu batu bara saat ini sudah diambang batas kesehtan. Ini terlihat batapa debu itu bertebaran baik di jalan maupun yang memasuki rumah warga hingga. Tak ayal lagi warga sibuk membersihkan rumah nya dari tumpukan debu hampir setiap jam nya.ujar Ajeral.

Ajeral pun mengharap kepada Pemerintah baik Propinsi maupun Lahat untuk memperhatikan keluhan warga dengan serius jangan menerima laporan dari bawahan nya saja. Kamu enak enak menikmati hasi dari batu bara. Semantara kami warga yang terdampak .menikmati debu dan nyaris mati oleh oleh debu tersebut.

Ribuan angkutan batubara yang melintas dijalan umum mulai pukul 18: 00 wib menjadi persoalan yang belum bisa diselesaikan, oleh pemerintah provinsi sumsel dan kabupaten lahat, seharus angkutan batubara ada jalur khusus bukan jalan umum ucap ” Surya Kencana,SH

” Dampak debu batubara ini membahayakan kesehatan khususnya paru paru dan ISFA ( Inpeksi Saluran Pernafasan Akut) sekarang anak anak sekolah di merapi mulai batuk batuk, dampak dari debu batubara yang tercecer dijalanan biarpun disiran tiap hari tidak menjadikan solusi, setelah disiram beberapa menit debu lengket dijalanan imbuh ” Surya

Pihak perusahaan selama ini memberikan kompensasi yang di nilai tidak sebanding dengan dampak debu yang kami derita .ungkap nya

sementara penyakit ISFA, Paru paru terus menhantui warga disekitar mulut tambang, baik pencemaran udara, di Lingkungan sekitar tambang dan jalan raya sudah jelas jelas mengganggu kesehatan kami .tutur nya

Senada juga dikatakan oleh anton rumahnya dipinggir jalan warga sirah pulau kami setiap hari rumah saya terkena debu batubara, saya terus memberisihkan menyapu lantai nampak hitam pekat “keluh nya

Terpisah Kepala DLH Lahat Agus Salman saat ditemui dikantornya melalui Edi Suroso, belum bisa ditemui karena tidak ada dikantor hingga berita ini di tayangkan belum bisa memberikan penjelasan(15/2)

SB Bb
(Edit. Herman Sergap)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *