SERGAP.CO.ID
KAB. KUNINGAN, || Program Pendidikan Calon Guru penggerak, pengimbasan di sekolah dengan Penerapan “Budaya Positif” adalah materi yang disajikan Toni Kurniawan, M.Pd dan Lia Ros Amalia, S.Pd, Calon Guru Penggerak dari SMPN 2 Sindang Agung, yang di laksanakan di SMPN 2 Sindang Agung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Rabu (10/11/2021).
Menurut Lia Ros Amalia, S.Pd, program guru penggerak ini memberikan solusi kepada sekolah – sekolah sebagai penerapan budaya positif yang diharapkan sebagai agen transpormasi pendidikan di sekolah.
Tujuannya, kata dia lagi, sebagai penggerak kawan – kawan di sekolah untuk sebagai agen perubahan di sekolah agen perubahan pendidikan dan kegiatan ini akan berkesinambungan bagaimana sekolah kita akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan profil pelajar pancasila.
“Harapannya kedepan anak – anak bisa mendapatkan pendidikan yang baik yang merdeka, guru – guru juga bisa melaksanakan pembelajaran yang merdeka. ”Ucapnya.
Selain itu Toni Kurniawan M.Pd, juga mengungkapkan para peserta kegiatan ini adalah calon guru penggerak itu sendiri tetapi diimplementasikan kepada rekan – rekan guru lain di sekolah, Kepala Sekolah dan stakeholder sekolah disini. Dengan berbagai penerapan Materi Budaya Positif di sekolah, seperti Perubahan Paradigma, Konsep Disiplin Positif dan Motivasi, Keyakinan Kelas, Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Lima Posisi Kontrol serta Segitiga Restitusi. “Terangya.
Sementara Kepala SMPN 2 Sindang Agung, Asep Supriatna, M.Pd selaku pendamping/Motivator mengatakan, menyampaikan ucapan terima kasih dengan adanya acara program calon guru penggerak ini, karena menurutnya, dengan adanya calon guru penggerak ini, guru – guru yang lain termotivasi untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuannya agar bisa terkenal dan bisa meningkatkan kwilatas pembelajaran kepada anak didik.
Calon guru penggerak sanantiasa memberikan aksi nyata budaya positif untuk komunitas sekolah, mewujudkan profil pelajar adalah guru memberikan contoh dengan membiasakan budaya positif baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah kepada semua warga sekolah. Aksi nyata lainnya dengan merancang kesepakatan kelas yang berpihak pada murid. “Tuturnya.
Dijelaskan, calon guru penggerak ini adalah program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang direalisasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi dan Kabupaten.
“Sekolah kami dapat dua orang calon guru penggerak dan sekarang sudah berjalan dengan baik,, saya selaku kepala sekolah sangat mensupport sekaligus memberikan dukungan kepada Ibu Lia Ros Amalia, S.Pd. dan Bapak Toni Kurniawan, M.Pd ” Kata Asep Supriatna.
Dia berharap kepada guru – guru lain bisa mengikuti jejak Ibu Lia Ros Amalia, S.Pd. dan Bapak Toni Kurniawan, M.Pd ini menjadi calon guru penggerak, “Tetap menambah ilmu pengetahuan untuk kedepan, demi pendidikan anak didik kita dan untuk diri kita sendiri, karena sekarang ini diperlukan guru – guru yang milenial, yang kreatif, dan bisa manfaatkan kecanggihan tekhnologi,” pungkasnya.
(Agus M)






