KAB. NAGAN RAYA, || Khutbah Jumat yang disampaikan Camat Tripa Makmur, Nasruddin, S.Pd., di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (16/10/2026), meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah. Khutbah tentang empat pilar penjaga nanggroe dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Khutbah Pak Camat sangat menyentuh. Kami diingatkan lagi, kalau nanggroe ingin selamat dari bala, harus ada pemimpin adil, ulama yang amalkan ilmu, orang tua yang berani cegah maksiat, dan perempuan jaga aurat,” kata Tgk. Jufri, jamaah yang berada di saf depan.
Menurutnya, pesan tentang Innama yakunu arba’atun atau empat perkara penjaga negeri jarang disampaikan secara rinci seperti itu.
Jamaah lainnya, Kandar (45), mengaku pesan tersebut lebih masuk ke hati karena diperkuat ayat Al-Qur’an.
“Kadang kita lupa, selama ini sibuk urusan dunia, tapi lupa benteng nanggroe yang sebenarnya. Pak Camat mengingatkan dengan ayat Al-Qur’an, jadi lebih masuk ke hati,” ujarnya.
Di atas mimbar, Nasruddin menguraikan empat pilar tersebut. Pertama, al-imamul adil, pemimpin yang adil. Kedua, was salimul alal alimil huda, orang alim yang mengamalkan ilmunya. Ketiga, wa syaikhun ya’muruna bil ma’ruf wa yanhauna anil munkar, tokoh yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Keempat, _wa nisa-uhum mustaurootun_, perempuan yang menjaga kehormatannya.
Khutbah tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT:
_وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ_
Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS Al-Anfal: 33).
Ayat tentang istighfar itu membuat jamaah terdiam dan saling pandang.
“Kami jamaah langsung saling pandang pas ayat istighfar itu dibacakan. Memang benar, selama ini kurang istighfar. Pesan beliau agar masjid jadi pusat penguatan iman dan lisan basah dengan istighfar, itu yang kami bawa pulang,” kata seorang jamaah paruh baya yang enggan disebut namanya.
Para jamaah berharap khutbah seperti itu terus disampaikan agar masyarakat Tripa Makmur dan Nagan Raya umumnya selalu ingat akan pentingnya menjaga nanggroe dengan iman dan akhlak.
(Dh@r).






