BIMA || Persatuan Wartawan Kae (PWK) dan LSM mengadakan sebuah acara pertemuan penting yang berlangsung di lokasi destinasi Pantai Wane di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Minggu, (24/05/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua Dewan Pimpinan Daerah Media Independen Online (DPD MIO) Indonesia Bima Sukirman, SH., sekaligus Pimpinan Media SERGAP NTB, Ketua Serikat Pers Revormasi Nasional (SEPERNAS) Kabupaten Bima sekaligus Kepala Biro Media SERGAP Drs. Marwan, Para Pimpinan Redaksi dan juga LSM KPK Arif Kusnadhi.
Pada kesempatan ini Sukirman yang akrab di sapa Obama menyampaikan, silaturrahmi Wartawan dan LSM harus ditingkatkan.
“Pewarta KAE merupakan wartawan tergabung wilayah Kecamatan Monta dan Kecamatan Woha, acara ini tidak hanya sekadar menjadi ajang untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan, akan tetapi juga membahas bagaimana peran penting jurnalis di tengah-tengah masyarakat”, tegas Obama.
Keberadaan media tidak hanya sebagai sarana informasi atau sumber berita, melainkan juga sebagai ‘mata dan telinga’ masyarakat yang dapat menangkap peristiwa, masalah, dan potensi yang terjadi di sekitar.
Pertemuan ini juga momentum untuk memperkuat etika dan kualitas karya jurnalistik. Bagaimana mengembalikan kembali posisi jurnalis sebagai pilar utama demokrasi, penjaga kebenaran di era digital, dan penyampaikan informasi yang mengedukasi.
Pada acara pertemuan ini, suasana semakin hangat dengan ditemani secangkir kopi dan santap bersama, serta saling mengungkapkan pendapat dan pandangan masing-masing.
Menurut pandangan Suherman, SH., Pimpinan Redaksi Media SkalaIndonesia.com, jurnalis dalam dunia pemberitaan dan media massa berfungsi sebagai dua mata pisau yang tajam.
”sebagai wartawan mampu untuk secara seimbang dan objektif mengangkat dan menyampaikan berita baik yang positif dan inspiratif maupun berita yang negatif,” ungkapannya.
Sementara itu, salah seorang wartawan senior, Jainul, menyatakan bahwa terkadang dalam dunia media, terdapat beberapa oknum wartawan yang mungkin tidak sepenuhnya memahami topik atau batasan hukum serta etika dalam profesi jurnalistik.
”Padahal, tugas utama seorang jurnalis seharusnya adalah memenuhi perannya dengan melakukan wawancara secara objektif dan profesional,”
Namun sayangnya, di lapangan, kerap kali menemukan situasi yang kurang kondusif di mana terdapat laporan-laporan tentang oknum wartawan yang berperilaku tidak semestinya, seperti datang-datang ke lokasi terlibat dalam tindakan intimidasi terhadap narasumber.
”Mengeluarkan kata-kata intimidasi dan mengancam atau bahkan menekan narasumber” sesalnya.
Dikatakanya, perilaku semacam ini tidak hanya merugikan pihak narasumber dan mengganggu proses mendapatkan informasi yang akurat, tetapi juga sangat berpotensi merusak nama baik serta citra lembaga pers secara keseluruhan.
Oleh karena itu, lanjut Jainul, tindakan dan perilaku seperti ini perlu segera dibenahi dalam dunia jurnalistik agar dapat menjaga kredibilitas media dan kepercayaan publik terhadap pers.
Arif Kusnadhi, S., selaku Sekretaris Jenderal DPW NTB dari Lembaga KPK PAN RI, menyatakan bahwa kolaborasi antara wartawan dan LSM merupakan satu kesatuan yang penting. Ketika terdapat sebuah berita, hal tersebut dapat menjadi acuan bagi lembaga.
“Adanya pemberitaan mengenai suatu kasus dapat menjadi bahan acuan yang kami dalami, dan nantinya akan menjadi laporan resmi di kepolisian,” jelas presiden monta, sapaan akrabnya.
Ketua Media Independen Online (MIO) Bima, Sukirman, SH. Membeberkan bahwa acara ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi salah satu bentuk komitmen yang kuat serta solidaritas.
”Acara ini memberikan kesempatan bagi kita semua untuk saling bertukar pikiran dan mempererat hubungan dalam rangka membangun sinergitas yang lebih baik demi kemajuan bersama,” ujar Sukirman.
Acara pertemuan dan Silaturahmi dilanjutkan dengan sesi makan-makan dan foto bersama sembari menikmati suasana distinasi wisata pantai wane.
(Wan)






