Program Pentahelix, Kang DS Tegaskan Ada 4 Langkah Tanggulangi Banjir Bandang di Desa Panyadap Solokanjeruk

Kab. Bandung ( Sergap.co.id ) — Baru saja pulang dari ibadah umrah di Tanah Suci, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung turun ke lapangan meninjau lokasi banjir bandang di Kampung Puja RT 03/RW 04, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Minggu (15/3/2026).

Banjir bandang yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam itu menerjang permukiman warga akibat luapan Sungai Cisunggalah setelah tanggul sungai sepanjang sekitar 4 meter dengan tinggi 1 meter jebol.

Bacaan Lainnya

Akibat peristiwa tersebut, empat rumah warga mengalami kerusakan berat dan sedikitnya 47 kepala keluarga terdampak luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung, mengatakan dirinya langsung mendatangi lokasi setelah kembali dari ibadah umrah karena kondisi wilayah tersebut dinilai rawan banjir bandang.

“Kondisi Desa Panyadap yang berbatasan dengan Desa Bojong ini hampir sama. Kalau tidak ada langkah strategis, saya yakin banjir bandang akan terus terjadi dan rumah warga akan kembali terdampak,” ujar Kang DS di lokasi.

Menurutnya, banjir bandang dipicu oleh pendangkalan sungai serta penyempitan aliran Sungai Cisunggalah, sementara debit air dari wilayah hulu meningkat saat hujan deras.

Dalam penanganan banjir bandang tersebut, Kang DS menegaskan pemerintah daerah akan menjalankan empat langkah utama.

Langkah pertama adalah normalisasi Sungai Cisunggalah secara manual untuk mengurangi sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai. Pengerjaan direncanakan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Jangka pendeknya harus ada normalisasi sungai secara manual. Kalau memakai alat berat sulit bermanuver di lokasi,” katanya.
Langkah kedua, pemerintah bersama warga akan mengembalikan lebar sungai ke kondisi semula sekitar 8 meter, karena saat ini lebar sungai di beberapa titik hanya sekitar 3–4 meter.

Langkah ketiga adalah menjalankan program pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk mempercepat penanganan.

“Program pentahelix harus segera dilakukan karena kalau hanya mengandalkan APBD prosesnya lama. Dengan kolaborasi semua pihak, penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Langkah keempat, jembatan di atas Sungai Cisunggalah akan ditinggikan agar aliran air tidak kembali menekan tanggul dan memicu luapan saat hujan deras.

Kang DS juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam upaya penanganan banjir.

“Tidak mungkin persoalan ini diselesaikan pemerintah saja. Harus ada kesadaran dan kerja sama dari masyarakat agar banjir bandang tidak terus berulang,” ujarnya.

Selain melakukan penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk mendukung normalisasi sungai melalui program pemerintah pusat.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Bandung didampingi jajaran OPD Kabupaten Bandung, di antaranya Kepala DPUTR Zeis Zultaqawa, Kepala BPBD Wahyudin, serta Forkopimcam Solokanjeruk dan pemerintah Desa Panyadap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *