SUMBA TIMUR, NTT, || Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 seperti Idul Fitri, Tahun Baru Imlek, dan Hari Raya Nyepi, Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar serentak secara nasional pada Jumat (13/02/2026).
Di Kabupaten Sumba Timur, kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, dan dilaksanakan secara hybrid, yakni offline dan online.
Komandan Kodim 1601/Sumba Timur Letkol Inf Dobby Noviyanto S., S.E., yang diwakili Kasdim 1601/Sumba Timur Mayor Inf Sambudi, menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap program stabilisasi pangan pemerintah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten III Setda Kabupaten Sumba Timur, KBO Intelkam Polres Sumba Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bulog Waingapu, perwakilan BPBD, distributor pangan, kelompok tani, serta pelaku usaha pangan.
Gerakan Pangan Murah bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil menjelang perayaan hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga membantu meringankan beban ekonomi warga.
Kasdim 1601/Sumba Timur Mayor Inf Sambudi menyampaikan bahwa kehadiran TNI merupakan bagian dari sinergi bersama pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
Menurutnya, Kodim siap mendukung pengawasan distribusi bahan pokok agar tepat sasaran dan mencegah terjadinya lonjakan harga yang signifikan.
Ia menegaskan stabilitas pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan daerah, terutama menjelang momen perayaan keagamaan.
Kegiatan GPM serentak nasional ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di Kabupaten Sumba Timur sepanjang tahun 2026.






