TASIKMALAYA, || Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman almarhum Bapak Armen di Cibalong, Tasikmalaya, Jumat malam (25/07), saat ratusan dunsanak Minang menghadiri acara tahlilan hari ketiga. Ketua Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT), Syahrial Koto, hadir langsung didampingi jajaran pengurus IKMT beserta istri, berbaur dengan keluarga almarhum dan masyarakat Minang lainnya dalam balutan kebersamaan dan doa.
Almarhum Bapak Armen, yang berasal dari Padang Gantiang Batu Sangka, wafat pada Senin malam, 22 Juli 2025, di RS TMC Tasikmalaya setelah menjalani perawatan intensif akibat pecah pembuluh darah di pangkal otak. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga Minang di perantauan.
Dalam sambutannya, Ketua IKMT menyampaikan belasungkawa yang tulus dan rasa terima kasih atas kehadiran para dunsanak yang turut mendoakan.
Atas nama keluarga besar almarhum dan IKMT, kami mengucapkan terima kasih setulusnya kepada seluruh dunsanak yang hadir dalam tahlilan ini. Doa dan kehadiran kita semua, insyaAllah menjadi amal ibadah dan bentuk cinta kita kepada sesama,” ujar Syahrial Koto penuh haru.
Tahlilan: Doa, Silaturahmi, dan Pengingat Kehidupan Akhirat
Tahlilan bukan sekadar tradisi, tetapi sarana spiritual untuk memohonkan ampunan bagi almarhum, berharap ditempatkan di sisi terbaik di hadapan Allah SWT, dan memperkuat keimanan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan di tengah duka.
Momen seperti ini mengingatkan kita semua untuk saling menguatkan. Dunsanak Minang Tasikmalaya selalu tangguh dan bersatu, dalam suka maupun duka,” tambah Syahrial.
Seruan Pembangunan Masjid IKMT: Satu Niat, Satu Tekad
Atas izin keluarga almarhum, Ketua IKMT juga menyampaikan ajakan penting kepada seluruh warga Minang agar tetap istiqamah menyisihkan sebagian rezeki untuk pembangunan Masjid IKMT, yang telah lama menjadi cita-cita bersama.
Masjid ini bukan sekadar bangunan, tapi warisan peradaban dan investasi akhirat. Balasannya bukan duniawi—tetapi surga,” ucapnya penuh semangat.
Saat ini proses balik nama sertifikat tanah wakaf sedang berlangsung di BPN. Dalam waktu dekat, rencananya akan dilaksanakan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan dan monumen kebersamaan warga Minang di Tasikmalaya.
Syahrial mengajak seluruh dunsanak agar tetap bersatu dalam niat, tekad, dan kepedulian untuk mewujudkan rumah ibadah yang akan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan kebudayaan urang Minang di rantau.
Semoga Allah meridhai perjuangan ini dan menjadikan Masjid IKMT sebagai tempat ibadah yang makmur, serta pemersatu umat,” tutupnya.
(Red**)






