Operasi Pekat Polsek Pedamaran: Menjaga Kondusivitas Ramadan di Tengah Ancaman Gangguan Kamtibmas

Operasi Pekat Polsek Pedamaran: Menjaga Kondusivitas Ramadan di Tengah Ancaman Gangguan Kamtibmas

SERGAP.CO.ID

KAB, OKI, || Menjelang bulan suci Ramadan 1444 H, Polsek Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) sebagai langkah proaktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pedamaran, Iptu M. Indra Gunawan, S.H., M.Si., ini menyasar peredaran minuman keras (miras), perjudian, narkoba, dan penjualan petasan – ancaman-ancaman yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan.

Bacaan Lainnya

Sasaran operasi meliputi berbagai titik rawan, termasuk warung-warung di Desa Sukapulih yang kerap dikaitkan dengan aktivitas yang kurang tertib, dan sejumlah toko di wilayah hukum Polsek Pedamaran. Hasilnya signifikan: petugas berhasil menyita barang bukti berupa 4 dirigen miras jenis tuak, 110 botol miras merek Vigur, 20 botol miras Anggur Merah, dan 6.500 petasan jenis cabe rawit. Jumlah petasan yang disita ini menggarisbawahi potensi bahaya yang mengintai, mengingat sifatnya yang mudah memicu kecelakaan dan gangguan ketertiban.

Kapolsek Pedamaran menekankan bahwa Ops Pekat ini bukan sekadar tindakan represif, melainkan bagian integral dari strategi preventif dalam menjaga kondusivitas selama Ramadan. Operasi ini, yang juga diintegrasikan dengan program Musi 2025, merupakan wujud komitmen kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga untuk menjalankan ibadah. “Kami ingin memastikan bulan Ramadan berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh umat muslim di wilayah hukum Polsek Pedamaran,” tegas Kapolsek pada Jumat (14/3). Lebih dari sekadar razia, upaya ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya miras dan petasan bagi ketertiban umum.

Langkah-langkah Polsek Pedamaran tidak berhenti pada Ops Pekat. Kepolisian juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan gulma air (timbohan) yang sering menjadi tempat pembuangan sampah liar. Hal ini menunjukkan komitmen yang holistik, memperhatikan aspek kesehatan dan estetika lingkungan. Kapolsek mengimbau warga, khususnya pemilik lebak, untuk bertanggung jawab atas pengelolaan timbohan agar tidak mengganggu aliran sungai dan mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk pendekatan yang lebih humanis dan proaktif, Polsek Pedamaran juga menyelenggarakan program “Curhat Polsek,” sebuah wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan informasi terkait keamanan di lingkungan mereka. Inisiatif ini memperkuat tali silaturahmi antara polisi dan masyarakat, membangun kepercayaan dan kerja sama dalam menjaga keamanan bersama.

Melalui sinergi Ops Pekat, pembersihan lingkungan, dan program “Curhat Polsek,” Polsek Pedamaran berharap dapat menciptakan suasana Ramadan yang kondusif dan penuh kedamaian. Kapolsek kembali mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Patroli dan razia akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama bulan suci Ramadan. Komitmen ini menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukanlah tanggung jawab kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Pedamaran.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *