KUPANG, || SMKN 1 Kupang terus berupaya mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja melalui penerapan model pembelajaran berbasis industri. Dengan tiga bidang keahlian utama, yakni Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, serta Teknologi Informasi, sekolah ini memfokuskan diri pada pembelajaran yang menekankan praktik langsung di dunia usaha dan industri.
Kepala SMKN 1 Kupang, Mixon RN Abineno menjelaskan bahwa di bidang Bisnis dan Manajemen terdapat tiga program keahlian, yaitu Manajemen Perkantoran, Akuntansi Keuangan dan Lembaga, serta Pemasaran. Masing-masing program ini memiliki konsentrasi khusus.
“Untuk Akuntansi, terbagi ke dalam konsentrasi akuntansi dan perbankan, sementara Manajemen Perkantoran terbagi menjadi konsentrasi manajemen perkantoran dan manajemen logistik,” jelasnya.
Sementara itu, pada bidang Pariwisata, SMKN 1 Kupang baru membuka konsentrasi Usaha Pelayanan Pariwisata.
“Ke depan, kami berencana untuk menambah konsentrasi Agro Wisata, yang mungkin akan mulai berjalan tahun depan,” tambah Mixon.
Dalam mendukung pembelajaran berbasis industri, SMKN 1 Kupang menerapkan komposisi pembelajaran 70% praktik dan 30% teori. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap digunakan di dunia kerja.
“Selain pembelajaran di kelas, kami juga melakukan kerja sama dengan pihak industri, melakukan Memorandum of Understanding (MoU), serta menghadirkan guru tamu dari industri untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan langsung kepada siswa,” ungkap Mixon.
Tidak hanya itu, siswa SMKN 1 Kupang juga diwajibkan untuk mengikuti program magang di berbagai industri guna memperluas pengalaman dan pemahaman mereka terhadap dunia kerja. Magang ini dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kota Kupang, Bali, Salatiga, dan Surabaya.
Sebagai puncak dari proses pembelajaran, siswa juga harus melalui uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). SMKN 1 Kupang memiliki LSP Mandiri dengan 26 asesor yang berwenang menguji kompetensi siswa.
“Kami telah melaksanakan uji sertifikasi LSP dari Februari hingga April, baik oleh asesor internal SMKN 1 Kupang maupun LSP jejaring. Hasilnya, siswa dinyatakan dalam dua kategori, yaitu kompeten dan berkompeten,” jelas Mixon.
Tahun ini, sebanyak 706 siswa kelas 12 dari lima program studi di SMKN 1 Kupang telah selesai menjalani masa magang dan dipersiapkan untuk mengikuti uji LSP pada pertengahan Maret. Selain ijazah, siswa juga akan menerima sertifikat LSP yang membuktikan kompetensi mereka di bidang masing-masing.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami. Kami ingin memastikan bahwa setelah lulus, siswa memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan ke dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan,” tegas Mixon.
Ke depan, pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru melalui program magang di industri.
“Kami ingin guru-guru juga lebih banyak terjun langsung ke industri, agar kompetensi mereka semakin tajam dan dapat menularkan pengalaman terbaik kepada siswa,” tambahnya.
Menariknya, SMKN 1 Kupang telah menjalin kerja sama dengan mitra di Salatiga untuk pelaksanaan magang secara online. Ini menjadi inovasi baru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Dengan berbagai upaya ini, SMKN 1 Kupang optimis mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
(Dessy)






