Mahasiswa Unwira Sulap Seafood Pariti Jadi Primadona Digital di Taman Tagepe

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Selama ini, aroma gurih Nasi Udang dan Seafood Komplit di Taman Tagepe hanya menyebar lewat kabar dari mulut ke mulut. Pengunjung datang karena tahu lokasinya, bukan karena mengenal mereknya. Namun, suasana berubah drastis pada akhir Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Berkat sentuhan kreatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, UMKM Seafood Pariti kini memiliki wajah baru yang lebih modern dan siap bersaing di era digital.

Sebanyak 15 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik Unwira, turun langsung mendampingi pemilik usaha, Diky Imanuel Kolle, selama periode 19–31 Juli 2026. Mereka tidak sekadar membantu jualan, tetapi membangun fondasi bisnis yang selama ini absen: identitas merek.

“Waktu observasi, kami kaget karena usaha ini punya pembeli setia tetapi tidak punya logo sama sekali. Orang datang karena sudah tahu tempatnya, bukan karena mengenal mereknya,” ungkap Ketua Kelompok KKN 8, Fatima Susiana Rusman, mengenalkan momen awal mereka terjun ke lapangan.

Merespons temuan tersebut, tim mahasiswa merancang strategi branding komprehensif. Hasilnya? Tiga desain logo profesional, tiga banner promosi yang eye-catching, dan sepuluh konten media sosial yang segar. Tak berhenti di situ, mereka juga membuatkan akun Instagram dan TikTok resmi untuk Seafood Pariti. Yang lebih canggih, mereka memperkenalkan sistem otomatisasi pencatatan keuangan berbasis Google Sheets yang terintegrasi dengan Telegram AI ChatBot, serta melatih Diky untuk mengoperasikannya secara mandiri.

Dosen Pembimbing Lapangan, Alfry Aristo Jansen Sinlae, S.Kom., M.Cs., menilai kegiatan ini sebagai jembatan penting antara teori kampus dan realitas pasar. “Mahasiswa Ilmu Komputer sering berhenti di teori dan tugas kelas. Di sini mereka menghadapi klien sungguhan dengan kebutuhan sungguhan,” ujarnya.

Dampak positifnya langsung terasa. Diky Imanuel Kolle, pemilik Seafood Pariti, mengaku senang dengan transformasi usahanya. “Dulu pembeli tahu dari cerita orang saja. Sekarang ada yang datang bilang lihat dari Instagram dan juga TikTok. Rasanya lebih profesional dan menarik minat anak muda,” katanya dengan bangga.

Langkah ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

Tim KKN berharap, setelah masa bakti mereka berakhir, Diky dapat terus konsisten mengelola media sosial dan memperbarui konten promosi agar Seafood Pariti tetap relevan dan semakin dikenal luas di Kota Kupang. Kini, seafood lezat di Taman Tagepe tidak hanya nikmat di lidah, tapi juga cantik di mata dunia digital.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *