KAB SUMBA TIMUR, || Tak mengenal hari libur, Babinsa Koramil 05/Waingapu Kodim 1601/Sumba Timur, Pratu Hebron Bidang Njangar, terus turun ke tengah masyarakat untuk mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesan tersebut disampaikan Pratu Hebron saat melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Minggu (13/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Babinsa mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Imbauan tersebut dinilai penting terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi membuat api lebih cepat menyebar.
Pratu Hebron juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kecepatan informasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api berkembang dan meluas.
“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta menjaga lingkungan sekitar, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” ujar Pratu Hebron.
Pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan setelah kebakaran terjadi. Kesadaran masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu api menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan, terlebih ketika kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.
Karena itu, komunikasi langsung antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi penting. Babinsa tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga dapat memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah serta berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
Dalam konteks tersebut, Komsos menjadi sarana untuk membangun kewaspadaan bersama. Masyarakat diharapkan tidak menganggap persoalan karhutla sebagai tanggung jawab aparat semata, melainkan ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.
Jika menemukan adanya titik api, warga didorong segera berkoordinasi dengan aparat setempat agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Langkah cepat di tingkat lingkungan diharapkan mampu mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Di sisi lain, pencegahan yang berkelanjutan juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Aparat kelurahan, masyarakat, serta unsur terkait perlu membangun komunikasi dan kesiapsiagaan bersama, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Bagi Babinsa, kehadiran di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus memantau perkembangan wilayah binaan. Dengan komunikasi yang berlangsung secara rutin, berbagai potensi persoalan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan langkah penanganannya.
Pratu Hebron berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat. Ia mengajak warga Kelurahan Watumbaka menjadikan kewaspadaan sebagai kebiasaan, bukan hanya ketika muncul kebakaran.
Sebab, mencegah api sebelum membesar jauh lebih penting daripada menghadapi dampak kebakaran setelah meluas. Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat menjadi salah satu benteng awal untuk menjaga Watumbaka tetap aman dari ancaman karhutla.
(Pendim 1601 ST/Ms)






