Universitas Siliwangi Dampingi IKM Tasikmalaya Wujudkan Kawasan Masjid Terpadu Religi, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Komitmen membangun pusat peradaban Islam yang memadukan nilai keagamaan, budaya, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat mulai diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas Siliwangi (Unsil) dan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen Fakultas Teknik Unsil melakukan survei lapangan dan pendampingan teknis sebagai tahapan awal penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Kawasan Masjid IKM Tasikmalaya di Jalan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Rabu 29/7/2026.

Bacaan Lainnya

Program bertajuk “Rancangan Desain Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya” tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dokumen teknis yang komprehensif sebagai fondasi pembangunan kawasan masjid modern yang aman, representatif, berkelanjutan, dan memiliki nilai arsitektur yang kuat.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Koto, yang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Siliwangi atas komitmennya mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

“Kami berharap hasil pendampingan ini menjadi pijakan utama dalam mewujudkan kawasan masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat ibadah, pendidikan, sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Syahrial Koto.

Menurutnya, pembangunan kawasan masjid memerlukan perencanaan yang matang agar setiap tahapan pembangunan memiliki dasar teknis yang kuat, mulai dari desain arsitektur, struktur, utilitas, hingga estimasi biaya pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian bersama pengurus IKM melakukan pengukuran tapak, identifikasi batas lahan, pemetaan kondisi eksisting, analisis elevasi, serta pengkajian akses menuju lokasi pembangunan. Seluruh data lapangan akan menjadi dasar penyusunan Detail Engineering Design (DED), site plan, desain struktur, utilitas kawasan, drainase, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Tim juga melakukan kajian terhadap jalur mobilisasi material konstruksi, akses alat berat, rencana pekerjaan basement, hingga sistem pengangkutan material galian. Perencanaan tersebut dilakukan sejak tahap awal agar proses pembangunan nantinya berlangsung efektif, aman, efisien, serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Siliwangi, Ir. Pengki Irawan, S. Tp., M.Si menegaskan bahwa survei lapangan merupakan tahapan yang sangat menentukan kualitas suatu perencanaan.

“Desain tidak boleh hanya baik di atas kertas, tetapi harus sesuai dengan kondisi nyata di lapangan sehingga dapat dibangun secara aman, efisien, dan memiliki umur layanan yang panjang,” jelasnya.

Program ini melibatkan dosen lintas keahlian, yaitu Ir. Pengki Irawan, S.Tp.,MSi, Ir. Hendra, S T., M.Sc, Ir. Herianto, M.T, Dr. Siti Nurhidiyah, S. Si., M.Si, Ir. Fitriana Sarifah, S.T., M.T., IPM, Kartika Seinari Mangala, S.T., M.T, Tresna Diva Yuda, Azmi Nazariah, Beben Muhammad Arifin, D. Jaya Saputra serta mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Siliwangi yang turut berperan dalam pengukuran, pemetaan, pengolahan data, visualisasi desain, hingga penyusunan dokumen teknis.

Kawasan Terpadu Bernuansa Minangkabau dan Sunda

Masjid IKM Tasikmalaya dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai kawasan terpadu religi, budaya, pendidikan, sosial, dan ekonomi yang mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Konsep arsitekturnya mengusung pendekatan Neo-Vernakular Modern**, memadukan identitas budaya Minangkabau melalui bentuk gonjong, motif songket, dan warna marawa dengan kearifan lokal Tasikmalaya yang diwujudkan melalui elemen Payung Geulis dan Tusuk Sate. Perpaduan tersebut menjadi simbol harmonisasi budaya Minangkabau dan Sunda dalam semangat persatuan dan kebhinekaan.

Berdasarkan konsep awal, kawasan akan dibangun di atas lahan sekitar 2.750 meter persegi. Bangunan utama masjid berbentuk silinder berdiameter sekitar 22,6 meter dengan kapasitas sekitar 800–1.000 jemaah. Area basement dirancang sebagai ruang parkir sehingga kawasan permukaan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk aktivitas sosial dan ruang terbuka yang nyaman.

 

Selain bangunan utama masjid, kawasan juga akan dilengkapi dengan kantor sekretariat IKM, kantor pengelola, rumah singgah musafir, madrasah, gedung serbaguna, ruang kegiatan budaya, dapur umum, gudang inventaris, serta sentra UMKM yang diharapkan mampu mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari sisi lingkungan, kawasan mengusung konsep Eco-Masjid melalui penerapan ventilasi alami, pencahayaan alami, sistem drainase terpadu, serta sumur resapan guna meningkatkan konservasi air dan mengurangi potensi genangan.

Seluruh proses penyusunan perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus dan anggota IKM sejak tahap identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil desain. Dokumen yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan secara bertahap, penggalangan dana, pengendalian mutu konstruksi, serta pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Universitas Siliwangi dan IKM Tasikmalaya, kawasan Masjid IKM diharapkan tumbuh menjadi ikon baru Kota Tasikmalaya yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pelestarian budaya, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, serta simbol kuat persaudaraan masyarakat Minangkabau dan Sunda dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Red)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *