Tak Punya Modal, Wartawan di Malaka Nekat Ikut Bursa Balon DPRD Malaka

SERGAP.CO.ID

MALAKA, || Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk maju dalam bursa pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), seseorang harus menyiapkan finansial yang cukup.

Bacaan Lainnya

Hal ini untuk memperlancar gebrakan politik yang akan dilalui. Namun rupanya hal itu tidak berlaku bagi Hendrianus Arro Bria, seorang wartawan di Kabupaten Malaka yang ikut mendaftar di partai Bulan Bintang (PBB) sebagai bakal calon Anggota DPRD Malaka.

Ketika ditanya apa modal yang dimiliki sehingga memberanikan diri maju dalam perhelatan politik lima tahunan ini, dia mengaku tak memiki harta namun hanya tekad dan niat untuk melakukan perubahan di Malaka.

“Hanya modal nekat, karna kalau ditanya soal harta saya tak punya karena saya anak petani. Mungkin saya Balon yang paling miskin. Tapi saya punya niat yang tulus serta tekad yang bulat untuk membuat perubahan di daerah ini,” kata wartawan yang dikenal dengan nama Arro Bria ini pada media, Sinin (21/8/2023).

Sebagai seorang wartawan kata Arro Bria, dirinya sudah bosan menulis persoalan yang sama setiap tahunnya yang tidak pernah diubah oleh pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

Untuk itu, dirinya berharap dukungan dari para kuli tinta untuk dirinya memantapkan hati dan terus melangkah dengan cepat dan kuat.

“Ini bukan sedang mengadu nasib. Ini murni karna merasa terpanggil karna melihat berbagai fenomena pembangunan di daerah. Seorang pemimpin harus memiliki tiga sense yakni sense of crisis, sense of urgent dan sense of respolsibiliti. Jika seorang pemimpin tidak memiliki ketiga hal ini maka dia tidak tahu apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya,” Tutur Hendrianus Bria, S.Ip., yang akrab disapa Arro Bria ini.

Dia mengatakan, Daerah Kabupaten Malaka saat ini sedang berkembang pesat, namun ada beberapa persoalan yang belum menjadi perhatian pemerintah.

“Seorang wakil harus mampu memberi advise kepada kepala daerah jika ada hal-hal yang harus dibenahi sebab yang dinilai oleh masyarakat adalah kepala daerah dan wakilnya, jika gagal berarti dua-duanya gagal,” ujarnya.

Beberapa persoalan urgen yang tidak bisa dijawab oleh pemerintah saat ini adalah persoalan air bersih, persoalan pengangguran dan lapangan kerja, persoalan listrik dan infrakstruktur. Ini beberapa contoh saja yang menjadi keluhan masyarakat,” ungkapnya

Dia tidak pungkiri bahwa pemerintah saat ini juga telah melakukan berbagai pembangunan, namun ada pula hal-hal yang seharusnya menjadi kebutuhan urgen masyarakat tidak menjadi perhatian.

“Seorang wakil rakyat harus mampu menjelaskan secara baik kepada pimpinan wilayah jika ada program yang tidak berhasil. Seorang wakil rakyat tidak boleh mengakhiri masa jabatan hanya dengan setumpuk kesuksesan tapi dibarengi dengan segudang dosa,” Pingkasnya.

(Mss**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *