KAB. SUMBA TIMUR, || Babinsa Koramil 06/Karera Kodim 1601/Sumba Timur, Serka Dominggus Lay, membantu petani melaksanakan perontokan padi di Desa Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan TNI AD kepada petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pendampingan dilakukan pada masa panen, mulai dari proses perontokan padi hingga membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan di lahan pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani diharapkan dapat memberikan motivasi serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah binaan.
Serka Dominggus Lay mengatakan, pendampingan kepada petani merupakan salah satu tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa. Menurutnya, keterlibatan TNI tidak hanya sebatas membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan semangat kepada para petani agar tetap produktif dalam meningkatkan hasil pertanian. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus didukung,” ujar Serka Dominggus Lay.
Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan Babinsa mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, perawatan tanaman hingga panen. Langkah tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mendorong petani memanfaatkan potensi lahan secara optimal.
Sementara itu, sejumlah petani mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa saat proses perontokan padi. Mereka menilai bantuan tenaga dari Babinsa mampu mempercepat pekerjaan sehingga panen dapat diselesaikan lebih efisien.
“Kami berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu. Pekerjaan menjadi lebih ringan dan proses perontokan padi bisa selesai lebih cepat,” ujar salah seorang petani.
Di sisi lain, peningkatan hasil pertanian tidak hanya ditentukan oleh pendampingan di lapangan. Sejumlah faktor lain, seperti kondisi cuaca, ketersediaan air irigasi, benih unggul, pupuk, hingga akses terhadap sarana produksi pertanian, juga menjadi penentu keberhasilan panen.
Melalui kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan TNI, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Timur terus berkembang. Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
(Ms)






