KAB. SUMBA TIMUR, || Babinsa Koramil 01/Lewa Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu I Putu Suecadana, mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur menjadi lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaan di Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (23/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa menekankan bahwa lahan yang belum dimanfaatkan dapat ditanami berbagai komoditas pangan maupun tanaman bernilai ekonomis. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan masyarakat apabila hasil panen dikelola dengan baik.
Selain mendorong pemanfaatan lahan, Babinsa juga mengingatkan warga agar menertibkan hewan ternak yang dipelihara. Ternak yang dibiarkan berkeliaran dinilai berpotensi merusak tanaman milik warga lain dan memicu perselisihan di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga ternaknya agar tidak merugikan orang lain. Dengan demikian, hubungan antarwarga tetap harmonis dan suasana lingkungan tetap aman serta kondusif,” ujar Sertu I Putu Suecadana.
Sejumlah warga menyambut positif imbauan tersebut. Menurut mereka, pemanfaatan lahan kosong dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pangan keluarga, sementara penertiban ternak dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antartetangga akibat kerusakan tanaman.
Meski demikian, warga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana pertanian, ketersediaan air pada musim kemarau, serta kebiasaan sebagian peternak yang masih melepas ternaknya secara bebas. Mereka berharap upaya edukasi dan pendampingan dari pemerintah desa maupun aparat kewilayahan terus dilakukan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
Kegiatan Komsos yang dilaksanakan Babinsa merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga ketahanan pangan, ketertiban lingkungan, dan kehidupan sosial yang rukun. Melalui komunikasi yang intensif, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara musyawarah sehingga tercipta lingkungan yang aman, produktif, dan saling mendukung.
(Ms)






