KAB. PESSEL, || Kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dikemas melalui pemutaran film Suamiku Lukaku mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar oleh Garnita Partai NasDem bersama Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumatera Barat itu berhasil menarik sekitar 700 peserta dalam tiga sesi pemutaran pada 9-10 Juni 2026.
Jumlah peserta tersebut jauh melampaui kuota yang disediakan panitia, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan perempuan dan anak yang hingga kini masih menjadi tantangan sosial di berbagai daerah.
Ketua Garnita Partai NasDem dan IPEMI Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni, mengatakan bahwa film menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat secara lebih emosional dan mudah dipahami.
Menurutnya, Suamiku Lukaku tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak publik memahami dampak kekerasan yang dialami perempuan dan anak serta pentingnya keberanian untuk melaporkan dan menghentikan tindakan tersebut.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan masalah rumah tangga semata, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di XXI Transmart Padang itu juga dirangkai dengan sesi meet and greet bersama aktris senior Ayu Azhari, yang turut menyampaikan pesan tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak serta peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Antusiasme peserta terlihat sejak proses registrasi. Bahkan, sejumlah sesi pemutaran dipenuhi peserta hingga melebihi kapasitas awal yang direncanakan panitia. Mayoritas peserta berasal dari berbagai organisasi perempuan, komunitas sosial, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, Garnita Partai NasDem dan IPEMI Sumatera Barat berharap kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat menjangkau lebih banyak kalangan serta mendorong lahirnya keberanian untuk bersuara ketika menemukan atau mengalami tindak kekerasan.
Kampanye tersebut mengusung pesan utama, “Berani Bicara, Berani Melindungi, Berani Bergerak,” sebagai ajakan kepada masyarakat untuk tidak lagi menutup mata terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
(WH)






