PAHUNGA LODU, SUMBA TIMUR, || Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat dalam kegiatan karya bakti yang dilakukan Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu, Kodim 1601/Sumba Timur, Serma Daniel Umbu Ndawa bersama umat Gereja Katolik Paroki Santo Andreas Ngallu di Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (27/05/2026).
Kegiatan tersebut berupa pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Gereja Stasi Kabaru. Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama warga dan umat gereja bergotong royong membersihkan semak belukar serta merapikan area pembangunan agar siap digunakan untuk proses pembangunan rumah ibadah.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan itu dinilai menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat di wilayah binaan.
Serma Daniel Umbu Ndawa mengatakan keterlibatannya dalam karya bakti tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Melalui kegiatan karya bakti ini, kami ingin membantu meringankan pekerjaan masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan gotong royong tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Pembangunan Gereja Stasi Kabaru sendiri diharapkan dapat menjadi sarana ibadah yang mendukung aktivitas kerohanian masyarakat setempat. Karena itu, keterlibatan warga secara langsung dalam proses persiapan pembangunan dinilai mencerminkan semangat kebersamaan yang masih terjaga di lingkungan masyarakat pedesaan.
Sementara itu, perwakilan umat Paroki Santo Andreas Ngallu menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa yang dinilai aktif hadir membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun pembangunan di desa.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kehadiran Babinsa yang selalu mendukung kegiatan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan umat gereja.
Di sisi lain, sejumlah pengamat sosial menilai kegiatan karya bakti seperti ini memiliki nilai positif dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran aparat teritorial di berbagai kegiatan warga juga dinilai mampu memperkuat komunikasi dan menciptakan suasana yang harmonis antara TNI dan masyarakat.
Namun demikian, keberhasilan pembangunan sarana ibadah tidak hanya ditentukan oleh semangat gotong royong, tetapi juga memerlukan dukungan berkelanjutan, baik dari masyarakat, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya agar proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Kegiatan karya bakti tersebut diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh kebersamaan, serta mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Sumba Timur.






