LEWA, SUMBA TIMUR, ||Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Babinsa Koramil 01/Lewa Kodim 1601/Sumba Timur, Kopka Umbu Parahi, turun langsung membantu petani memanen padi di Desa Lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (27/05/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat, khususnya petani, dalam meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah binaan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen disambut positif oleh masyarakat karena dinilai membantu meringankan pekerjaan petani sekaligus memberikan motivasi agar tetap semangat mengelola lahan pertanian.
Kopka Umbu Parahi mengatakan pendampingan terhadap petani merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan.
“Pendampingan kepada petani akan terus kami lakukan mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman hingga panen. Hal ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama, termasuk melalui pendampingan langsung di lapangan.
Program pendampingan Babinsa kepada petani selama ini juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan di daerah. Selain membantu tenaga kerja di lapangan, kehadiran aparat teritorial dinilai mampu memperkuat hubungan sosial dengan warga binaan.
Di sisi lain, petani di wilayah tersebut mengaku terbantu dengan adanya pendampingan dari Babinsa, terutama saat memasuki musim panen yang membutuhkan tenaga tambahan agar proses panen dapat berjalan lebih cepat.
Masyarakat berharap perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya melalui pendampingan tenaga kerja, tetapi juga diikuti dengan dukungan lain seperti penyediaan pupuk, irigasi, bibit unggul, dan stabilitas harga hasil panen.
Pengamat pertanian menilai program swasembada pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat kewilayahan, hingga masyarakat petani sendiri. Pendampingan di tingkat desa dianggap penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Namun demikian, tantangan sektor pertanian di sejumlah daerah masih cukup besar, mulai dari faktor cuaca, keterbatasan sarana produksi, hingga akses pasar hasil pertanian yang belum merata.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program ketahanan pangan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan dan benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan pendampingan panen tersebut, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat serta mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.






