Samanhudi Anwar Unggul 22-15 di MUSORKOT KONI Kota Blitar, Sorot Intervensi Pemda dan Tekankan Pentingnya Putra Daerah

SERGAP.CO.ID

KAB. BLITAR, || Musyawarah Olahraga (Musorkot) KONI Kota Blitar tahun 2026 berlangsung Selasa, 19 Mei 2026 Di Gedung Kusuma Wicitro dihadiri 38 cabor , dalam musorkot itu dinamis dan penuh ketegangan, dengan dua calon kompeten Samanhudi Anwar dan Tony Andreas yang bersaing memperebutkan kursi pucuk pimpinan. Di penghitungan suara yang berlangsung ketat, Samanhudi putra asli daerah berhasil keluar sebagai pemenang dengan perolehan 22 suara, mengungguli lawannya yang meraih 15 suara. Dari 38 cabor dan 1 cabor Perbakin yg legalitasnya mati.

Bacaan Lainnya

Pasca penetapan hasil, Samanhudi Anwar menyampaikan kekecewaannya atas apa yang dinilainya sebagai campur tangan berlebihan dari Pemerintah Daerah dalam proses pemilihan ini. “Saya sayangkan sekali mengapa Pemda terlalu banyak melakukan intervensi. Padahal, apakah tidak ada cabang olahraga di sini yang memiliki kualitas dan kapasitas mumpuni? Tidak perlulah kita mengadopsi pemimpin dari luar daerah, jika sebenarnya sudah ada putra daerah yang layak,” tegas Samanhudi.

Ia menegaskan prinsip dan harga dirinya terkait marwah organisasi. “Kalau misalkan calon yang diusung berasal dari Kota Blitar, saya sudah pasti mundur. Standar dan batasan saya sudah turunkan sejak awal. Jika saya berada di posisi Wali Kota atau pemangku kebijakan, saya akan berkomitmen untuk mundur dari urusan ini, meski tidak hari ini juga. Ini soal harga diri dan marwah KONI; pemimpinnya harus berasal dari daerah sendiri,” ujarnya dengan tegas.

Menurut Samanhudi, peran pemerintah dan dinas terkait sebaiknya tidak ikut campur terlalu jauh, melainkan membiarkan organisasi berjalan sesuai aspirasi olahragawan. “Biarkan KONI berjalan sendiri. Saya adalah satu-satunya yang berani menyuarakan aspirasi ini, bahwa kami menolak permainan politik dari pemerintah daerah. Rasanya proses ini seperti ada ikatan atau rekayasa tertentu, padahal biasanya pemerintah sangat dominan. Namun kali ini, kekuatan rakyat di Kota Blitar masih terbukti ada dan bersuara,” tambahnya.

Kemenangan Samanhudi dengan selisih suara tersebut dinilai sebagai bukti bahwa suara akar rumput dan keinginan menjaga putra daerah masih menjadi pertimbangan utama, meski di tengah dinamika yang melibatkan kepentingan berbagai pihak. Ia berharap ke depannya KONI Kota Blitar benar-benar mandiri, dikelola putra daerah, dan fokus memajukan prestasi olahraga tanpa bayang-bayang intervensi pihak luar.

( Dar )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *