Bupati Purwakarta Tegas: Pendidikan Bukan Urusan Sekolah Saja

SERGAP.CO.ID

KAB. PURWAKARTA, || Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam kunjungannya ke SMPN 3 Campaka, sebagai bagian dari penguatan sinergi pendidikan di daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, Bupati yang akrab disapa Om Zein itu menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang masih mengandalkan sekolah sebagai satu-satunya aktor utama dalam mendidik anak. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah agar semua pihak—mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah—turut mengambil peran aktif.

“Tanggung jawab bersama ini menjadi tugas besar, sehingga tidak saling mengandalkan, tapi saling mengambil alih tanggung jawab,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pendekatan baru dalam pembangunan pendidikan di Purwakarta, yakni menempatkan masyarakat sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Om Zein menyebut konsep ini sebagai “fasilitasi semesta”, di mana setiap individu memiliki peran sebagai pendidik dalam kehidupan sehari-hari.

“Semestinya, semua menjadi tokoh utama sebagai guru dalam pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Konsep ini tidak hanya menekankan peran formal guru di sekolah, tetapi juga mengangkat pentingnya pendidikan berbasis lingkungan sosial. Orang tua, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal diharapkan berkontribusi dalam membentuk karakter dan kompetensi anak.

Namun demikian, pendekatan kolektif ini juga memunculkan tantangan tersendiri. Tanpa koordinasi yang jelas, pembagian peran antaraktor pendidikan berpotensi menjadi tidak terarah. Selain itu, kapasitas masyarakat dalam mendukung proses pendidikan juga dinilai belum merata, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses dan sumber daya.

Di sisi lain, pemerintah daerah mencoba menjawab tantangan tersebut melalui berbagai program inovatif. Salah satunya adalah rencana “kick off” program berkebun di sekolah yang saat ini tengah diuji coba di sejumlah sekolah sebelum diterapkan secara luas.

“Kita akan lakukan di semua sekolah, namun saat ini masih percobaan di beberapa sekolah dulu,” ungkap Om Zein.

Program berkebun ini dinilai sebagai bagian dari pendekatan pendidikan kontekstual yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik langsung di lapangan. Selain mengenalkan keterampilan hidup, program ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Meski mendapat respons positif, implementasi program tersebut tetap membutuhkan dukungan sarana, pendampingan, serta integrasi dengan kurikulum agar tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan tanpa dampak signifikan.

Kehadiran Bupati di SMPN 3 Campaka juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum, tetapi juga mitra strategis dalam merancang model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Di tengah upaya tersebut, peran keluarga tetap menjadi kunci utama. Tanpa dukungan dari lingkungan rumah, berbagai program pendidikan yang dirancang pemerintah berisiko tidak berjalan optimal.

Pendekatan “fasilitasi semesta” yang diusung Pemkab Purwakarta pada dasarnya membuka ruang kolaborasi yang luas. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi implementasi serta kejelasan peran masing-masing pihak.

Jika berjalan efektif, model ini berpotensi menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sebaliknya, tanpa pengawasan dan evaluasi yang kuat, konsep tersebut bisa berhenti pada tataran wacana.

Dengan dorongan langsung dari kepala daerah, arah kebijakan pendidikan di Purwakarta kini mengarah pada kolaborasi lintas sektor. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa semangat kolektif tersebut benar-benar terwujud dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar menjadi jargon kebijakan.

(Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *