6 Siswa Gagal Ikut TKA, Pemkot Bima Bergerak ke Jakarta: Jangan Sampai Hak Anak Jadi Korban

SERGAP.CO.ID

KOTA BIMA || Kasus enam siswa SDN 19 Rabangodu Utara yang gagal mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) karena tidak terdata dalam sistem Dapodik akhirnya mendapat perhatian serius.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Bima tak lagi tinggal diam.
Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd, bersama mantan Kepala SDN 19, dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk menemui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (7/4/2026) dikutip dari lensapost.com.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa persoalan ini bukan sekadar kesalahan administratif biasa, melainkan masalah serius yang menyangkut hak dasar pendidikan siswa.

“Iya, kami ke Jakarta untuk menuntaskan persoalan ini secara langsung,” tegas Mahfud.

Enam siswa tersebut sebelumnya diketahui tidak terdaftar dalam sistem Dapodik, sehingga otomatis tidak dapat mengikuti TKA.

Ironisnya, sebagian dari mereka telah lama bersekolah sejak kelas awal di SDN 19.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai ada kelalaian serius dalam sistem pendataan yang seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah maupun dinas terkait.

Lebih jauh, polemik semakin melebar setelah muncul dugaan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah diketahui sejak awal, namun tidak ditangani secara maksimal.

Jika benar, maka ini bukan lagi sekadar kelalaian—melainkan bentuk pembiaran.

Pemerintah Kota Bima kini berupaya mengejar solusi cepat, termasuk kemungkinan langkah khusus agar hak para siswa tetap bisa dipenuhi meski telah melewati jadwal TKA.

Namun publik menuntut lebih dari sekadar solusi jangka pendek.

Kasus ini harus diusut tuntas: apakah kesalahan terjadi di level sekolah, atau ada celah serius dalam sistem administrasi di tingkat dinas?

Kunjungan ke Kemendikdasmen diharapkan bukan hanya menghasilkan solusi teknis, tetapi juga membuka fakta sebenarnya di balik kasus ini.

Perlu diingat, pendidikan bukan sekadar angka dalam sistem. Di balik data yang “hilang”, ada masa depan anak-anak yang dipertaruhkan.

#Metromini Media menegaskan: kelalaian dalam pendidikan bukan hal kecil. Ini soal hak, keadilan, dan masa depan generasi.

Sumber: Metromini
(Editor : Man & Agus)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *