Jabar Catat Prestasi, Kemiskinan dan Pengangguran Sama-Sama Turun

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG,  || Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja tinggi dalam pembangunan daerah tahun 2025 dengan skor 3,6672 berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri, yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 tercatat sebesar 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa.

Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7,08 persen.

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat juga mengalami penurunan.

Pada 2025, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 6,66 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,75 persen.

Penurunan tersebut juga melampaui target yang ditetapkan sebesar 6,99 persen.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai program strategis pemerintah daerah.

Upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui pengurangan kantong kemiskinan di berbagai wilayah.

Pemprov Jabar melakukan pemetaan daerah rawan pangan serta memperkuat ketahanan pangan.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan beban pengeluaran masyarakat.

Selama 2025, Pemprov Jabar menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak 1.874 kali di 27 kabupaten/kota.

Program tersebut memberikan akses pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Upaya lain dilakukan melalui pembiayaan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Kebijakan tersebut membantu mengurangi beban pengeluaran di sektor kesehatan.

Di sektor energi, pemerintah juga memperluas akses listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Sebanyak 76.123 sambungan listrik telah diidentifikasi untuk disalurkan di 1.367 desa dan kelurahan.

Selain itu, peningkatan pendapatan masyarakat dilakukan melalui pelatihan pekerja migran Indonesia.

Pemprov Jabar juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 57 Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Sementara itu, penurunan pengangguran didorong oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap tambahan tenaga kerja sebesar 0,10 juta orang.

Sektor pendidikan menyerap sekitar 0,05 juta tenaga kerja.

Sedangkan sektor akomodasi dan makan minum menyerap sekitar 0,04 juta tenaga kerja.

Namun, sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja.

Adapun sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah reparasi dan perawatan kendaraan sebesar 22,44 persen.

Diikuti industri pengolahan sebesar 18,61 persen.

Serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,43 persen.

(Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *