Satker PJN II NTT Tancap Gas 2026: 12 Paket Jalan dan Jembatan Digeber, Target Zero Lubang Jelang Lebaran

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan 12 paket pekerjaan jalan dan jembatan tahun anggaran 2026 resmi berjalan. Seluruh proyek ditargetkan rampung tepat waktu dengan komitmen menghadirkan jalan nasional tanpa lubang menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Bacaan Lainnya

Kepala Satker PJN Wilayah II BPJN NTT, Fahrudin, S.T, menjelaskan dari total 12 paket pekerjaan, sebanyak 10 paket preservasi jalan dan jembatan telah terkontrak sejak 13 Februari 2026 dengan masa pelaksanaan hingga 31 Desember 2026. Satu paket jembatan menyusul terkontrak pada 26 Februari 2026.

“Secara umum sudah berproses. Bahkan satu paket jembatan sudah selesai. Jadi progresnya on track,” tegas Fahrudin, Rabu (25/2/2026).

Total nilai kontrak penanganan 12 paket tersebut mencapai Rp179 miliar. Nilainya bervariasi, dengan paket terbesar berada di Kabupaten Alor senilai Rp27 miliar, sementara paket terkecil untuk pekerjaan jembatan sekitar Rp5 miliar.

Khusus di Alor, sebagian anggaran digunakan untuk sewa lahan masyarakat guna membuka jalur alternatif selama proses pengerjaan jalan dan jembatan penghubung berlangsung.

“Karena ini jalan nasional dan prasarana vital, mobilitas warga tidak boleh terhenti. Maka kita siapkan jalan alternatif melalui skema sewa lahan,” jelasnya.

Salah satu paket strategis adalah Jembatan Lenone di Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Pekerjaan dilakukan dengan sistem penggantian total jembatan karena kondisi di lapangan mengalami “bottle neck” atau penyempitan.

“Ini bukan sekadar pemeliharaan berkala, tetapi penggantian total. Jembatan eksisting dibongkar dan dilebarkan sesuai standar jalan nasional,” ungkap Fahrudin.

Jembatan dengan bentang 10 meter tersebut ditargetkan rampung dalam enam bulan, mulai Februari hingga Juli 2026. Namun ia optimistis pekerjaan bisa selesai lebih cepat.

“Harusnya tidak selama itu karena bentangnya hanya 10 meter. Mudah-mudahan tidak ada gesekan di masyarakat,” katanya.

Fahrudin mengakui tantangan di lapangan, terutama terkait negosiasi harga sewa lahan masyarakat yang kerap memicu perbedaan pendapat. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemda Alor, guna memastikan pekerjaan berjalan lancar.

“Pembangunan jalan nasional saat ini tidak ada pembebasan lahan. Khusus jembatan hanya sewa lahan untuk penggantian sementara. Semua tergantung kesepakatan penyedia jasa dan pemilik lahan,” tegasnya.

Pantar–Baranusa Dikebut, Zero Lubang Sebelum Ramadan di Pulau Pantar, ruas Kabir–Baranusa yang dikerjakan PT 3 Dara Ayub Zakharia terus dikebut. Sisa sekitar lima kilometer di Baranusa-Kabir ditargetkan tuntas tahun 2026 melalui sistem overlay berkala.

Sementara itu, pekerjaan preservasi sudah dimulai dengan cutting dan penutupan lubang di sejumlah titik.

Fahrudin menargetkan kondisi jalan nasional di wilayah NTT mencapai status “non zero hole” atau tanpa lubang sebelum Ramadan.

“Lebaran tinggal menghitung hari. Mobilitas masyarakat pasti meningkat. Kami berkomitmen memastikan jalan nasional di NTT zero lubang agar perjalanan aman dan nyaman,” pungkas Fahrudin.

Dengan progres yang terus dikebut dan koordinasi lintas pihak, 2026 menjadi tahun percepatan infrastruktur jalan nasional di NTT demi konektivitas yang lebih baik dan keselamatan pengguna jalan.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *