KUPANG, ||Di bawah temaram lampu Hotel Aston Kupang, dentum tambur barongsai menggema, Kamis sore, 12 Februari 2026. Perayaan Customer Gathering Bank NTT tahun ini bukan sekadar seremoni menjelang Imlek, melainkan penegasan arah baru bank kebanggaan daerah itu dalam menggerakkan sektor riil Nusa Tenggara Timur.
Atraksi Barongsai Atoin Meto membuka perhelatan yang dihadiri ratusan nasabah, debitur, pelaku UMKM, serta jajaran pemerintah daerah. Penampilan perdana Paduan Suara “NTT Bernyanyi” binaan Bank NTT menambah nuansa kultural yang kental—mencerminkan semangat kolaborasi ekonomi dan budaya.
Hadir langsung Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus; Komisaris Independen Frans Gana; Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Jefri Bale; Bupati Kupang Yosef Lede; serta Kadis PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak dan sejumlah pengusaha etnis Tionghoa.
Sementara itu, Gubernur NTT sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) Melki Laka Lena dan Komisaris Utama Donny Heatubun mengikuti acara secara hibrida dari Maumere.
Rumah Aman Dana Daerah
Dalam sesi perkenalan manajemen baru, Charlie Paulus bankir dengan pengalaman 35 tahun di industri keuangan Jakarta menegaskan komitmennya membangun kepercayaan dunia usaha.
Ia mengaku tengah melakukan pendekatan langsung kepada para pengusaha dan akan menggelar road show untuk mengajak mereka menjadi bagian dari Bank NTT.
“Bank NTT itu aman (safe) karena dimiliki pemerintah daerah, pemegang sahamnya banyak. Menyimpan uang di Bank NTT adalah pilihan yang benar,” ujarnya mantap.
Charlie memaparkan, sekitar 90 persen portofolio pembiayaan saat ini masih didominasi kredit konsumtif dengan mayoritas nasabah dari unsur ASN. Ke depan, komposisi itu akan diperkuat dengan penetrasi ke sektor produktif agar Bank NTT benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Spirit “Ayo Bangun NTT” Secara terpisah melalui live streaming, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan komitmennya mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan dalam satu tarikan nafas pembangunan.
“Sesuai spirit Ayo Bangun NTT, kita pastikan Bank NTT menjadi rumah aman dan membantu para pengusaha,” tegasnya, didampingi Donny Heatubun.
Ia juga mengungkapkan tengah menyiapkan skema pembiayaan alternatif di luar APBN dan investasi konvensional.
Skema tersebut diharapkan mampu memperluas ruang fiskal daerah sekaligus membuka akses modal bagi pelaku usaha lokal.
Apresiasi dan Inovasi Customer Gathering ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar berbagai kantor cabang Bank NTT sebagai wujud apresiasi kepada nasabah dan mitra strategis. Selain memaparkan inovasi produk, forum ini menjadi ruang menyerap aspirasi demi peningkatan kualitas layanan.
Suasana makin semarak saat penarikan undian Kantor Cabang Khusus (KCK) Kupang menghadirkan beragam hadiah: sepeda motor, sepeda gunung, sepeda listrik, kulkas, hingga gawai (handphone).
Lebih dari sekadar undian, malam itu menjadi simbol penguatan relasi. Bank NTT tengah menata diri bertransformasi dari bank yang bertumpu pada kredit konsumtif menuju institusi keuangan daerah yang progresif, inklusif, dan berdaya dorong tinggi bagi sektor riil.
Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, pesan yang hendak ditegaskan jelas: Bank NTT ingin berdiri bukan hanya sebagai lembaga penyimpan dana, tetapi sebagai jangkar ekonomi Nusa Tenggara Timur.
(Desy)






