KUPANG, || Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran sistem pembayaran dan penggunaan rupiah secara bijak melalui kegiatan Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi NTT itu berlangsung di Lobi Utama Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Jumat (13/2), dan menandai dimulainya rangkaian SERAMBI 2026 di Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Serena menyampaikan bahwa Kick Off SERAMBI 2026 menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, momentum Ramadan hingga Idulfitri selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin memastikan kelancaran sistem pembayaran serta ketersediaan uang rupiah yang layak edar. Kami juga mendorong masyarakat menggunakan rupiah secara bijak dan bertanggung jawab agar dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan SERAMBI 2026 sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang, yakni “Kota Kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Nilai “Kota Kasih”, menurutnya, tercermin dalam pelayanan publik yang inklusif, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen menciptakan aktivitas ekonomi yang tertib dan aman bagi seluruh warga.
Serena juga menyoroti pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi kemandirian daerah. Stabilitas sistem pembayaran dan pemahaman masyarakat terhadap transaksi yang aman dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang maju dan mandiri.
“Literasi keuangan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku bijak dalam bertransaksi. Kami berharap masyarakat semakin mencintai rupiah dan memahami pentingnya transaksi yang aman,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, ia menilai SERAMBI 2026 memiliki dimensi sosial yang kuat. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, serta menciptakan suasana Ramadan dan Idulfitri yang aman, nyaman, dan penuh toleransi di Kota Kupang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Shirley Manutede, perwakilan OJK Provinsi NTT, Ketua MUI Kota Kupang, perwakilan Forkopimda Provinsi NTT dan Kota Kupang, pimpinan perbankan, serta sejumlah tokoh dan instansi vertikal.
Sementara itu, Adidoyo Prakoso menjelaskan bahwa SERAMBI 2026 merupakan tahun kelima pelaksanaan secara nasional dan serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Kegiatan ini berlangsung mulai 13 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.”
Menurutnya, BI NTT menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Pemenuhan tersebut dilakukan melalui berbagai layanan penukaran, mulai dari layanan kas ritel di rumah ibadah, kas terpadu bersama perbankan, layanan kas perbankan, layanan mitra kerja, hingga layanan tematik di kawasan pesisir dan pusat aktivitas masyarakat.
“Kami ingin memastikan pemerataan akses layanan penukaran uang serta ketersediaan denominasi yang sesuai dan tepat waktu,” jelasnya.
Selain layanan penukaran, SERAMBI NTT 2026 juga menjadi momentum kick-off Road to Fesyar 2026 serta berbagai inisiatif edukasi, sosial, dan digitalisasi pembayaran.
BI turut mendorong gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui edukasi publik, penguatan QRIS, serta kegiatan sosial seperti donor darah.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan aplikasi PINTAR untuk reservasi penukaran uang serta senantiasa merawat rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Dengan sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan rangkaian SERAMBI 2026 berjalan lancar hingga puncak perayaan Idulfitri, sekaligus memperkuat stabilitas sistem pembayaran dan ekonomi di Kota Kupang.
(Desy)






