WAIKABUBAK, SUMBA BARAT, , || Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Carles Peka Dede Tenabolo, S.AP., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam pelaksanaan Pasola Lamboya 2026.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian DPRD Sumba Barat terhadap kelancaran pelaksanaan Pasola Lamboya, yang merupakan tradisi budaya sakral sekaligus warisan leluhur masyarakat Sumba, khususnya di wilayah Lamboya.
Menurut Carles, Pasola Lamboya bukan sekadar atraksi budaya, melainkan memiliki nilai adat, spiritual, dan filosofi kehidupan yang harus dijaga dan dihormati oleh seluruh masyarakat, baik peserta maupun penonton.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Pasola Lamboya sangat ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan adat dan kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh para tokoh adat dan pemangku kepentingan.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan situasi yang aman dan kondusif, Pasola Lamboya dapat berlangsung dengan baik tanpa mengurangi nilai adat dan budaya yang kita junjung tinggi,” ujar Carles Peka Dede Tenabolo.
Ketua DPRD Sumba Barat juga mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk pelanggaran terhadap aturan adat yang dapat mencederai kesakralan Pasola.
Ia menilai, sikap disiplin dan kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama agar Pasola Lamboya 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, Carles turut mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat yang selama ini terus berupaya menjaga pelaksanaan Pasola agar berjalan lancar.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.
Lebih lanjut, Ketua DPRD berharap Pasola Lamboya 2026 dapat menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Sumba Barat, baik yang tinggal di daerah maupun di perantauan.
Ia juga menilai Pasola Lamboya memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya, yang dapat memperkenalkan kekayaan tradisi Sumba ke tingkat nasional bahkan internasional.
Namun demikian, Carles menegaskan bahwa pengembangan pariwisata budaya harus tetap mengedepankan perlindungan nilai adat dan keselamatan masyarakat, bukan semata mengejar aspek tontonan.
“Pasola Lamboya adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Sumba Barat. Kita wajib menjaganya agar tetap lestari dan bermartabat,” tegasnya.
Ketua DPRD Sumba Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana kondusif selama seluruh rangkaian Pasola Lamboya 2026 berlangsung.
Dengan dukungan dan kesadaran bersama, ia optimistis Pasola Lamboya 2026 dapat terlaksana dengan aman, tertib, serta memberikan kesan positif bagi masyarakat dan para pengunjung.
(Ms)






