KAB. TASIKMALAYA, || Pendidikan seks sejak dini dinilai sebagai langkah strategis dalam mencegah perilaku menyimpang, kekerasan seksual, dan eksploitasi terhadap anak usia sekolah dasar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) INUTAS di SDN Cikondang dan SDN Kertajaya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menyasar siswa sekolah dasar dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang tubuh, batasan pribadi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas.
Penyuluhan dilaksanakan secara interaktif dan komunikatif, disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak, agar materi mudah dipahami dan tidak menimbulkan rasa tabu.

Materi pendidikan seks diberikan berbasis data empiris yang diperoleh mahasiswa selama pelaksanaan KKN Tematik di Desa Cikondang, sehingga pendekatan yang digunakan relevan dengan kondisi sosial anak-anak setempat.
Selain pendidikan seks, mahasiswa KKN INUTAS juga memberikan edukasi literasi lingkungan, pemilahan sampah organik dan nonorganik, serta penyuluhan pencegahan perundungan (bullying).
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa SDN Cikondang dan SDN Kertajaya aktif mengikuti sesi tanya jawab dan simulasi yang diberikan oleh mahasiswa.
Salah satu momen menarik terjadi saat Adifa Naura, siswi kelas I SDN Cikondang, tampil memperagakan edukasi privasi anggota tubuh dengan pendampingan mahasiswa KKN, yang disambut tepuk tangan peserta.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Kertajaya, Markoyah, S.Pd., mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN INUTAS yang telah memberikan edukasi berharga bagi peserta didik.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa KKN sangat membantu proses pembelajaran, terutama di tengah keterbatasan tenaga pendidik yang dialami sekolah.
“Kami masih kekurangan guru pengajar dan hingga kini belum memiliki kepala sekolah definitif. Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya dapat segera mengakomodir kekosongan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN yang aktif mengisi kegiatan literasi dan edukasi membuat suasana belajar anak-anak menjadi lebih ceria dan menyenangkan.
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terkait kesehatan reproduksi, keamanan diri, serta kesadaran akan pentingnya menjaga batasan pribadi.
Ketua Kelompok Mahasiswa KKN INUTAS Desa Cikondang, Yusuf Muhammad Asakaki, berharap seluruh materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa.
“Semua yang kami sampaikan semoga bisa dipraktikkan oleh adik-adik di SDN Kertajaya dan SDN Cikondang sebagai bekal melindungi diri sejak dini,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk pencegahan primer yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak dengan dukungan berkelanjutan dari guru dan orang tua.
(Rizal)





