KUPANG, || Suasana Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang terasa lebih dari sekadar agenda resmi. Di ruang itu, delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Kupang resmi dilantik, menandai awal babak baru pengabdian birokrasi yang dituntut bukan hanya cakap administrasi, tetapi juga kuat secara karakter dan moral.
Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, rohaniawan lintas agama, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga keluarga pejabat yang dilantik.
Kamis (22/1).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan bukanlah puncak capaian, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar yang melekat pada kewenangan jabatan. Ia mengingatkan, jabatan tidak boleh dimaknai sebagai kedudukan, melainkan amanah yang menuntut keberanian, integritas, dan keteladanan.
“Tidak ada kekuasaan tanpa tanggung jawab. Great power comes with great responsibility. Ini bukan soal jabatan, tapi soal keberanian dan karakter memimpin,” tegasnya.
Menurut Wali Kota, sejarah tidak mencatat seseorang menjadi besar karena jabatannya, melainkan karena cara ia memikul jabatan tersebut. Pemerintahan yang kuat, lanjutnya, bukan dibangun semata oleh banyaknya regulasi, tetapi oleh karakter para pemimpinnya yang konsisten menjaga nilai dan tujuan pelayanan publik.
Secara khusus, Wali Kota menitipkan tiga prinsip utama kepemimpinan kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, bekerja bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menghadirkan dampak nyata. Kedua, memimpin dengan keteladanan atau lead by example. Ketiga, berani mengambil keputusan serta menjaga visi kepemimpinan dari kepentingan-kepentingan yang menyimpang.
Momen reflektif terasa ketika Wali Kota membacakan catatan pribadi yang ditulisnya malam sebelum pelantikan. Ia menegaskan tidak menuntut kesempurnaan dari para pejabat, melainkan kesungguhan, loyalitas pada tujuan, dan kesetiaan pada nilai-nilai yang telah disepakati bersama.
“Pada akhirnya, yang diuji oleh waktu bukan seberapa lama kita menjabat, tetapi seberapa bermakna kehadiran kita ketika diberi amanah,” ujarnya menutup sambutan.
Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik terdiri dari Daud Nafi, S.STP., M.M sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan; Pauto Wirawan Neno, SH sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM; serta Hengky Malelak, S.STP., M.Si sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang.
Selanjutnya, Berto Geru, S.Sos dipercaya memimpin Dinas Pemadam Kebakaran; Alan Girsang, SH menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga; Muhammad Khairil, S.STP., M.Si sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan; Abdul Avensius, ST., M.M sebagai Kepala BKPPD Kota Kupang; serta Pommy Elna Novisandy Odja, S.STP., M.Si sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang.
Pelantikan ini diharapkan menjadi penguat komitmen reformasi birokrasi di Kota Kupang, sekaligus penegasan bahwa kepemimpinan di level strategis menuntut lebih dari sekadar kecakapan teknis tetapi juga keberanian moral untuk melayani dengan hati dan integritas.
(Desy)






