Sindangjawa Akselerasi Menuju Desa Cerdas, Gandeng Akademisi UGJ Perkuat Transformasi Digital

Caption : Akademisi yang juga Dosen FEB UGJ Eteh Resa Asyifa,S.Pd, M.Pd pada saat menyampaikan Presentasinya di depan Masyarakat

SERGAP.CO.ID

CIREBON, || Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon mulai mempercepat langkah menuju konsep “Desa Cerdas” melalui kolaborasi bersama akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut terlihat pada pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Kamis (4/12/2025), yang diikuti antusias oleh warga sebagai upaya mendorong inovasi berbasis teknologi desa.

Berbeda dari PKM pada umumnya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya sebatas pelatihan, namun merumuskan model penguatan kapasitas desa melalui digitalisasi UMKM, literasi informasi, serta inovasi pengelolaan sampah berbasis sistem chatbot.

Pada sesi pertama, akademisi di antaranya Dr. Farida Nurfalah, Dr. Hj. Lenni Rohida, M.Si., dan Nurhana Dhe Parlinah menjelaskan pentingnya UMKM desa menembus pasar digital sebagai sumber ekonomi baru.

“UMKM memerlukan strategi visual, desain konten, serta pemanfaatan platform digital agar produknya menjangkau pasar lebih luas,” ujar Farida.

Data riset McKinsey (2024) menunjukkan omzet UMKM dapat meningkat hingga 2,5 kali lipat ketika pelaku usaha aktif memanfaatkan digital marketing, sehingga transformasi digital bukan lagi gaya hidup, tetapi kebutuhan ekonomi.

Caption : Para Akademisi dari UGJ foto bersama di depan Kantor Desa Sindangjawa

Sesi kedua menghadirkan materi literasi informasi dan deteksi hoaks oleh Welly Wihayati, Farida Nurfalah, dan Neilia Fariani. Isu hoaks dipandang sebagai ancaman terhadap stabilitas sosial desa karena penyebaran informasi palsu yang semakin masif.

Laporan Kominfo (2025) mencatat lebih dari 11.000 kasus sebaran hoaks per tahun dengan penetrasi tinggi di wilayah pedesaan, sehingga edukasi verifikasi informasi dianggap sangat strategis.

Sesi ketiga menjadi bagian paling menarik, ketika akademisi dari FEB UGJ, Eteh Resa Asyifa, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Hj. Lenni Rohida, M.Si., memperkenalkan prototipe aplikasi chatbot untuk edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah.

Dalam sesi diskusi, terungkap bahwa Desa Sindangjawa belum memiliki data pengelolaan sampah yang terintegrasi dan dapat diakses publik melalui sistem informasi berbasis chatbot.

Kepala Desa Sindangjawa, Aayat Supriatinga, mengakui pihak desa belum mengetahui mekanisme pelaporan data menggunakan sistem digital dan berharap ada pendampingan berkelanjutan.

Eteh Resa Asyifa menawarkan solusi berupa integrasi data melalui sistem pelaporan kabupaten, pembuatan website atau kanal Data Desa, serta kerja sama dengan developer swasta untuk menarik data TPA/TPSS secara aman dan terukur.

Menurutnya, penelitian terkait pemanfaatan chatbot dalam pengelolaan sampah masih sangat minim sehingga menyebabkan rendahnya pemahaman publik terhadap data lingkungan. Studi akademik menunjukkan teknologi chatbot dapat meningkatkan respons pelayanan publik hingga 40 persen.

“Terobosan ini membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan layanan publik cepat dan terukur tanpa biaya besar,” ujar Eteh Resa.

Sementara itu, Kepala Desa Aayat Supriatinga menilai PKM ini memberi perspektif baru tentang kemandirian desa melalui teknologi, digitalisasi ekonomi, dan inovasi pengelolaan lingkungan.

Program PKM FEB UGJ melibatkan unsur RW, RT, kader posyandu, dan pelaku UMKM, memperlihatkan bahwa transformasi digital membutuhkan partisipasi semua pihak dan komitmen bersama.

Antusiasme warga menjadi sinyal bahwa Sindangjawa siap menjadi desa cerdas yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing berbasis budaya dan teknologi.

(R*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *